Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cegah Investasi Bodong, OJK Bali Edukasi Pelajar Gianyar

Otoritas Jasa Keuangan Perwakilan Provinsi Bali memberikan edukasi dan sosialisasi keuangan kepada ratusan siswa SMA/SMK se-Kabupaten Gianyar agar dapat menghindari tawaran investasi bodong.
Feri Kristianto
Feri Kristianto - Bisnis.com 29 September 2015  |  11:58 WIB
Ketua OJK Bali Zulmi dan Bupati Gianyar AA Bharata - Feri Kristianto
Ketua OJK Bali Zulmi dan Bupati Gianyar AA Bharata - Feri Kristianto

Bisnis.com, DENPASAR—  Otoritas Jasa Keuangan Perwakilan Provinsi Bali memberikan edukasi dan sosialisasi keuangan kepada ratusan siswa SMA/SMK se-Kabupaten Gianyar agar dapat menghindari tawaran investasi bodong.

Kegiatan tersebut ditujukan agar pelajar dan kalangan akademisi lebih paham terhadap pengelolaan dan industri lembaga keuangan formal di Bali. Kepala OJK Provinsi Bali Zulmi mengatakan pada saat ini masih banyak masyarakat awam yang kerap tergiur dengan iming – iming investasi bodong yang menjanjikan hasil di luar logika ekonomi.

Salah satu penyebabnya karena minimnya pengetahuan masyarakat terhadap keberadaan lembaga jasa keuangan (LJK) yang legal sehingga masyarakat wajib mendapatkan pemahaman keberadaan lembaga jasa keuangan.

“Ini merupakan upaya OJK agar setiap pelajar memiliki pengetahuan dasar dalam menggunakan produk LJK. Juga mendorong budaya menabung dan investasi sejak dini,” ujarnya, di Gianyar, Selasa (29/9/2015).

Dalam edukasi tersebut, OJK Bali menggandeng pelaku jasa keuangan seperti perbankan, asuransi umum serta Bursa Efek Indonesia (BEI) Bali. Dia menegaskan kecendrungan masyarakat di Bali,sebagian besar masih mempercayakan perbankan sebagai instrumen transaksi ekonomi. Namun, saat ini sudah mulai ada masyarakat yang tertarik mencoba instrumen keuangan lain selain perbankan.

OJK Bali mencatat, jumlah LJK di daerah ini mencapai 321 perusahaan yang dikelompokkan menjadi perbankan 191 bank, industri keuangan non bank (IKNB) 117 perusahaan, dan 13 perusahaan efek. Adapun rinciannya sebanyak 53 Bank umum (723 kantor), 138 BPR (300 kantor), 65 perusahaan asuransi (111 kantor), 2 dana pensiun, 47 perusahaan pembiayaan (88 kantor), 1 perusahaan pegadaian (22 kantor), 2 perusahaan penjaminan, dan 13 perusahaan efek.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ojk investasi bodong
Editor : Gita Arwana Cakti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top