Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Abraham Samad hadiri Pelimpahan Kasunya di Polda Sulselbar

Komisioner KPK nonaktif, Abraham Samad (AS), Selasa (22/9/2015), menghadiri pelimpahan tahap II kasusnya di Polda Sulawesi Selatan Barat.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 22 September 2015  |  16:44 WIB
Abraham Samad hadiri Pelimpahan Kasunya di Polda Sulselbar
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif Abraham Samad. - Antara/Vitalis Yogi Trisna
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -  Komisioner KPK nonaktif, Abraham Samad (AS), Selasa (22/9/2015), menghadiri pelimpahan tahap II kasusnya di Polda Sulawesi Selatan Barat.

"Abraham Samad hadir, pagi datangnya, dia baru bisa hadir hari ini karena kemarin ada urusan pribadi yang sangat mendesak," kata kuasa hukumnya, Julius Ibrani di Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan Abraham Samad siap mengikuti seluruh proses hukum yang terjadi.

Sementara itu, Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Suharsono mengatakan hari ini adalah penyerahan tersangka dan barang bukti ke kejaksaan atau P21 tahap kedua karena penyifikan sudah dianggap lengkap oleh jaksa penuntut umum.

"Mudah-mudahan hari ini dilaksanakan tanpa gangguan, ini perkara diduga pemalusan dokumen yang terjadi pada 2007 lalu," kata dia.

Sebelumnya Muji Kartika Rahayu selaku kuasa hukum Abraham Samad mengtakan kasus pemalsuan dokumen Abraham Samad telah empat kali dibolak-balik dari Polisi dan Kejaksaan, dan pada akhirnya Jumat (19/9) Polisi akan kembali melimpahkan berkasnya kepada Kejaksaan.

"Ini artinya sudah lima kali dibolak-balik, menurut aturan kalau sudah tiga kali dibolak-balik berarti penyidik tidak mampu memenuhi barang bukti dan kasus tersebut sudah bisa dianggap gugur," kata dia.

Dia mengatakan pihaknya telah meminta ditunjukkan barang bukti pemalsuan dokumen Abraham Samad, namun Polisi tidak mempunyai dokumen asli yang dipalsukan oleh tersangka.

"Semua dokumennya fotokopi, mereka tidak dapat menujukkan dokumen asli yang dipalsukan," kata dia.

Mereka juga menyayangkan pernyataan Kepala Badan Reserse Kriminal Komisaris Jenderal Anang Iskandar yang berjanji akan mengevaluasi semua kasus tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

abraham samad

Sumber : ANTARA

Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top