Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BNPT: Kelompok Santoso Ingin Ciptakan Teror di Masyarakat

Kelompok Santoso ingin menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat, dengan menjadikan kelompok masyarakat tertentu sebagai target dari aksinya.
Lili Sunardi
Lili Sunardi - Bisnis.com 21 September 2015  |  23:48 WIB
Terduga teroris ditangkap di Solo - Antara/Maulana Surya
Terduga teroris ditangkap di Solo - Antara/Maulana Surya

Bisnis.com, JAKARTA - Kelompok Santoso ingin menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat, dengan menjadikan kelompok masyarakat tertentu sebagai target dari aksinya.

Saud Usman Nasution, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), mengatakan kelompok teroris mengalami perkembangan dalam menentukan target dari setiap aksinya. Saat ini, seluruh kelompok teroris di dalam negeri mengincar kelompok tertentu dengan motif dan alasan yang jelas.

“Awalnya mereka mencari target dengan korban sebanyak-banyaknya, sekarang targetnya tertentu dengan alasan dan motif yang jelas untuk menimbulkan ketakutan di masyarakat,” katanya di Kantor Presiden, Senin (21/9/2015).

Saud menuturkan seluruh institusi terkait akan melaksanakan penyelesaian kasus terorisme di Poso, Sulawesi Tengah, secara komprehensif. Hal tersebut sesuai arahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi, untuk melaksanakan penanggulangan terorisme secara terpadu.

Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, mengatakan Presiden akan mengeluarkan aturan yang dapat menjadi payung hukum dari setiap operasi gabungan untuk pemberantasan teroris.

Sekedar diketahui, Kelompok Santoso telah menyerang tiga orang warga Parigi Moutong, yang diduga bertujuan untuk mengganggu pelaksanaan Sail Tomini 2015.

Sementara itu, Jenderal Pol Badrodin Haiti, Kapolri, mengatakan aparat keamanan harus melakukan operasi untuk mengejar kelompok teroris yang dipimpin Santoso. Hal tersebut dilakukan untuk membatasi perkembangan kelompok yang beroperasi di sekitar Gunung Biru tersebut.

“Kalau kami tidak melakukan pengejaran secara intensif, nanti kelompok mereka akan terus berkembang,” katanya di Istana Bogor, Jawa Barat.

Badrodin menuturkan selama ini Polri mengalami kesulitan dalam mengejar kelompok teroris yang dipimpin oleh Santoso. Pasalnya, kelompok tersebut bergerak di dalam hutan dengan luas areal sekitar 60 kilometer.

Menurutnya, terbatasnya peralatan komunikasi dan tidak dibekalinya anggota Polri dengan kemampuan survival, menjadi penyebab anak buahnya kesulitan mengejar kelompok tersebut.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bnpt Kelompok Santoso
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top