Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KEBAKARAN HUTAN: Usut Pelaku, BIN Dilibatkan

Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup telah berkoordinasi dengan Badan Intelijen Negara (BIN) guna mendalami dan mencari pelaku utama kebakaran hutan yang saat ini melanda sejumlah wilayah di Sumatra dan Kalimantan.
Eka Chandra Septarini
Eka Chandra Septarini - Bisnis.com 19 September 2015  |  15:05 WIB
Teknisi Helikopter MI 171 milik BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) memeriksa mesin Helikopter MI 171 di Base Off Landasan Udara TNI AU Palembang yang diselimuti kabut asap, Sumatera Selatan, Kamis (27/8). Helikopter tersebut menunggu jarak pandang membaik untuk melakukan pemadaman kebakaran lahan melalui udara (water boombing) dikarenakan jarak pandang yang menurun hingga 400 meter pada pagi hari karena kabut asap. - Antara/Nova Wahyudi
Teknisi Helikopter MI 171 milik BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) memeriksa mesin Helikopter MI 171 di Base Off Landasan Udara TNI AU Palembang yang diselimuti kabut asap, Sumatera Selatan, Kamis (27/8). Helikopter tersebut menunggu jarak pandang membaik untuk melakukan pemadaman kebakaran lahan melalui udara (water boombing) dikarenakan jarak pandang yang menurun hingga 400 meter pada pagi hari karena kabut asap. - Antara/Nova Wahyudi

Kabar24.com, JAKARTA -Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup telah berkoordinasi dengan Badan Intelijen Negara (BIN) guna mendalami dan mencari pelaku utama kebakaran hutan yang saat ini melanda sejumlah wilayah di Sumatra dan Kalimantan.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kemenhut LH Raffles Brotestes Panjaitan menyatakan lembaga intelijen itu siap melakukan investigasi di daerah yang saat ini masih dilanda kebakaran hutan dan lahan.

"Kita juga kemarin sudah berkoordinasi dengan BIN untuk melakukan investigasi di sana. Tapi, sebenarnya di daerah juga harus ada sama seperti BIN," ujar Raffles dalam diskusi bertajuk "Asap dan Sengsara" di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (19/9/2015). 

Penegakan hukum terkait pembakaran hutan di Indonesia masih lemah. Polisi masih dianggap tebang pilih dalam menangkap pelaku pembakaran hutan karena berkaitan dengan perusahaan. Selain itu, saat pelaku sudah berhasil ditangkap, pengadilan dirasa belum mampu memberikan hukuman maksimal yang menimbulkan efek jera. 

"Ini karena perilaku manusia, karena di Indonesia tidak mungkin  ada kebakaran kalau tidak ada yang membawa api. Dampak El Nino pun dijadikan alasan untuk para pengusaha untuk berkelit soal kebakaran hutan," lanjut Raffles.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kebakaran hutan
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top