Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KEBAKARAN HUTAN: Pemerintah Harus Berantas Kejahatan Korporasi

Penanganan terhadap kejahatan korporasi itu menjadi penting karena tindak kejahatan jenis ini mudah disamarkan, sistematis, dan dampaknya meluas.
Eka Chandra Septarini
Eka Chandra Septarini - Bisnis.com 19 September 2015  |  14:46 WIB
Petugas Manggala Agni berusaha memadamkan kebakaran yang terjadi di kawasan hutan dan lahan gambut di Rimbo Panjang, Kampar, Riau, Minggu (6/9). - Antara
Petugas Manggala Agni berusaha memadamkan kebakaran yang terjadi di kawasan hutan dan lahan gambut di Rimbo Panjang, Kampar, Riau, Minggu (6/9). - Antara

Kabar24.com, JAKARTA - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) mendesak pemerintah segera memberantas kejahatan korporasi terkait kasus kebakaran hutan yang saat ini tengah terjadi di wilayah Sumatra dan Kalimantan.

Penanganan terhadap kejahatan korporasi itu menjadi penting karena tindak kejahatan jenis ini mudah disamarkan, sistematis, dan dampaknya meluas. 

"Integritas ini paling sering rontok ketika berhadapan dengan modal-modal besar," ujar Abet Nego Tarigan, ketika ditemui usai hadir dalam diskusi bertajuk "Asap dan Sengsara" di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (19/9/2015).

Pemerintah harus bisa membedakan mana "bad guy" dan mana "good guy" dalam menangani kasus kebakaran hutan ini. Jangan sampai salah dalam menerapkan aturan yang berakibat pada kerugian pada perusahaan-perusahaan yang telah melakukan kewajibannya secara baik.

Abet menilai, ada kesenjangan kapasitas di tingkat pemerintah dan pengusaha. Di tingkat pemerintah izin yang diberikan tidak sesuai dengan kapasitas pemerintah daerah. Sementara itu, di sisi pengusaha izin yang diminta tidak sesuai dengan kapasitas kemampuan pengolahan dan pengawasan. 

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kebakaran hutan
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top