Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemelut Pelindo II, Bareskrim: Alat Bukti Lengkap, Tersangka FN akan Dipanggil

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Brigjen Pol. Bambang Waskito mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Pemeriksan Keuangan (BPK) terkait pengusutan dugaan korupsi pengadaan 10 unit mobile crane di PT Pelabuhan Indonesia II.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 18 September 2015  |  14:53 WIB
Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Mabes Polri Brigjen Pol. Bambang Waskito - Bisnis/Dika Irawan
Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Mabes Polri Brigjen Pol. Bambang Waskito - Bisnis/Dika Irawan

Kabar24.com, JAKARTA - Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Brigjen Pol. Bambang Waskito mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Pemeriksan Keuangan (BPK) terkait pengusutan dugaan korupsi pengadaan 10 unit mobile crane di PT Pelabuhan Indonesia II. 

"Pelindo kita tetap kita jalan. Jadi, dua hari yang lalu kita sudah rapat dengan BPK terus dengan tim teknis-teknis yang lain, kita melengkapi itulah, ndak usah khawatirlah," katanya di Bareskrim Polri, Jumat (18/9/2015). 

Bambang tak mengungkap lebih rinci hasil pertemuan tersebut. Namun, menurutnya, koordinasi itu untuk membicarakan soal kerugian negara dalam proyek tersebut. "Yang jelas kemarin langkah saya ngecek dengan BPK menghitung kerugian," katanya. 

Bambang mengatakan kordinasi dengan BPK tersebut sekaligus upaya melengkapi alat bukti sebelum memanggil tersangka Direktur Operasi dan Teknik Pelindo II FN.

Menurutnya, tersangka hingga kini belum diperiksa oleh penyidik terkait kasus itu.  "Nanti kita lengkapi dulu alat-alat buktinya, nanti baru dipanggil-panggil lagi," katanya.

Seperti diketahui Direktur Utama Pelindo II RJ Lino mengklaim pengadaan 10 unit mobile crane pada 2012 yang dipersoalkan Bareskrim tersebut sudah dinyatakan clear oleh BPK. Kendati demikian, polisi tetap memproses kasus tersebut. 

Kasus ini bermula pada 2012 saat perusahaan plat merah itu membeli 10 unit mobile crane senilai Rp45 miliar untuk keperluan operasional di pelabuhan cabang di Bengkulu, Teluk Bayur, Palembang, Banten, Pontianak, Jambi, dan Cirebon. 

Proses pengadaan mobile crane melibatkan Guangshi Narasi Century Equipment Co.Ltd dengan menggunakan anggaran Pelindo II pada 2012.

Penyidik menemukan proses pengadaan mobile crane diduga menyalahi prosedur karena menunjuk langsung pemenang tender.

Selain itu, Pelindo diduga tidak menggunakan analisa kebutuhan barang, akibatnya 10 mobile crane yang diterima sejak 2013 mangkrak di Pelabuhan Tanjung Priok.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemelut Pelindo II
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top