Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Berkas Perkara Abraham Samad P21. Jaksa Agung Tidak Deponeering

Kejaksaan Agung tidak akan melakukan deponeering atau pengesampingan perkara terhadap kasus pemalsuan dokumen yang menjerat Ketua KPK nonaktif Abraham Samad.
Eka Chandra Septarini
Eka Chandra Septarini - Bisnis.com 04 September 2015  |  18:25 WIB
Berkas Perkara Abraham Samad P21. Jaksa Agung Tidak Deponeering
Ketua KPK nonaktif Abraham Samad saat memenuhi panggilan Bareskrim Polri di Jakarta, Rabu (24/6/2015). - Antara/Vitalis Yogi Trisna
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA -- Kejaksaan Agung tidak akan melakukan deponeering atau pengesampingan perkara terhadap kasus pemalsuan dokumen yang menjerat Ketua KPK nonaktif Abraham Samad.

Berkas perkara petinggi KPK nonaktif tersebut sudah dinyatakan lengkap dan siap dibawa ke penuntutan atau P21 sejak tanggal 31 Agustus yang lalu.

"Jangan bicara deponeering, itu memerlukan pertimbangan yang tidak mudah," ujar Jaksa Agung, H.M Prasetyo, Jakarta, Jumat (4/9/2015).

Abraham Samad terjerat kasus pemalsuan dokumen. Dia diduga membantu Feriyani Lim, perempuan asal Pontianak, mencatumkan namanya dalam kartu keluarga Samad untuk kemudian digunakan Feriyani membuat paspor.

Pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan masih menunggu pelimpahan tahap dua dari Polda Sulawesi Selatan sehingga hingga saat ini kasusnya belum bisa disidangkan.

Menurut Jaksa Agung, deponeering dilakukan hanya dengan pertimbangan kepentingan umum. "Kita lihat nanti sejauh mana. Deponeering hanya kepentingan
umum." jelas Jaksa Agung.

Deponeer adalah kondisi di mana Jaksa Agung tidak menuntut seseorang ke pengadilan dengan mengesampingkan perkaranya demi kepentingan umum.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

abraham samad
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top