Buku Mahathir Bukan Kawan Saya Diluncurkan

Mantan Menteri Penerangan dan wartawan senior Malaysia, Tan Sri Zainuddin Maidin meluncurkan buku terbarunya berjudul "Mahathir Bukan Kawan Saya" di Putrajaya, Malaysia, Sabtu (1/8/2015).
Martin Sihombing | 02 Agustus 2015 07:18 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad (ketiga kiri) mengamati prototipe mobil Proton Iriz di Pusat Penyelidikan dan Pembangunan Proton, Shah Alam, Selangor, Malaysia, Jumat (6/2/2015). - Antara/Udden Abdul

Bisnis.com, KUALA LUMPUR -  Mantan Menteri Penerangan dan wartawan senior Malaysia, Tan Sri Zainuddin Maidin meluncurkan buku terbarunya berjudul "Mahathir Bukan Kawan Saya" di Putrajaya, Malaysia, Sabtu (1/8/2015).

Zainuddin Maidin atau biasa dipanggil "Zam" adalah sosok mantan pejabat Malaysia yang aktif dalam menulis, bahkan karya tulisnya itu beberapa kali dibukukan.

Buku setebal 342 halaman ini cukup menarik untuk dibaca karena dari judulnya seolah penulis benar-benar bukanlah teman dari mantan Perdana Menteri Malaysia yang sangat disanjung di negaranya.

"Buku ini merupakan pengalaman bersama Mahathir, saat saya menjadi menteri serta pengalaman-pengalaman menarik lain yang belum pernah dibukukan," ungkap Tan Sri Zam disela-sela peluncuran bukunya di sebuah kafe di kawasan Putrajaya, Malaysia.

Menurut dia, judul seperti itu, menjadi sangat menarik untuk dicermati karena selama ini banyak orang berpendapat bahwa ia merupakan "orangnya" Tun Mahathir.

Bahkan, lanjut dia, pandangan masyarakat menjadi lain kepadanya ketika ia mengkritik Tun Mahathir saat kembali campur tangan dalam pemerintahan negara ketika itu, Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi.

"Dalam bab I pertama buku ini, saya ungkapkan sejumlah hal terkait dengan Tun Mahathir dan Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi yang pada saat itu mengalami permasalahan," ungkapnya.

Namun demikian, baginya Mahathir memang bukan kawan. "Tapi beliau adalah guru saya selamanya." Sementara itu, Tun Mahathir Mohamad yang hadir dalam peluncuran tersebut sangat mendukung para mantan pejabat negara untuk menulis dan bahkan membukukannya.

Mahathir menyampaikan bahwa dirinya sangat suka membaca buku-buku yang ditulis berdasarkan pengalaman tokoh-tokoh ataupun para pejabat negara setelah mereka sudah pensiun dari jabatannya tersebut.

Baginya, dengan membaca tulisan-tulisan ataupun buku berdasarkan pengalaman tersebut maka kita bisa mempelajari mana yang baik dan tidak, mana yang boleh ditiru atau tidak.

"Pelajaran yang bisa didapati dari pengalaman ataupun sejarah sangat penting. Untuk itu, saya sangat senang bila para mantan pejabat ataupun para tokoh-tokoh tersebut membukukan tulisannya," ucap Mahathir.

Terkait dengan Zam, Mahathir mengatakan "Sekalipun dia (Zam) menuliskan saya bukan temannya, tapi saya tetap menganggap beliau teman saya." Buku ini merupakan buku ke-9 dari Tan Sri Zainuddin Maidin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mahathir mohamad

Sumber : ANTARA
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top