Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

WHO Adakan Pertemuan Bahas MERS

WHO akan mengadakan pertemuan darurat untuk membahas virus pernafasan yang menyerang Korea Selatan atau yang dikenal sebagai Middle East Resphiratory Syndrome (MERS) yang semakin meluas.
Annisa Lestari Ciptaningtyas
Annisa Lestari Ciptaningtyas - Bisnis.com 14 Juni 2015  |  07:04 WIB
Sejumlah turis yang datang dari Seoul, Korsel, terlihat memakai masker di bandara Hong Kong - Reuters
Sejumlah turis yang datang dari Seoul, Korsel, terlihat memakai masker di bandara Hong Kong - Reuters

Bisnis.com, SEOUL--Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization atau  WHO) mengatakan akan mengadakan pertemuan darurat pada hari Selasa (16/6) untuk membahas virus pernafasan yang menyerang Korea Selatan atau yang dikenal sebagai Middle East Resphiratory Syndrome (MERS) yang semakin meluas.

Badan kesehatan PBB tersebut mengatakan lebih banyak kasus harus diantisipasi, tetapi penyakit ini terbatas pada rumah sakit, tanpa tanda-tanda itu menyebar di masyarakat.

Ada juga ada indikasi bahwa virus Mers di Korea Selatan telah menular, Direktur Jenderal asisten WHO, Keiji Fukuda, mengatakan pada konferensi pers di Kementerian Kesehatan di Sejong, selatan ibukota, Seoul pada Sabtu (13/6). Demikian dilaporkan Reuters.

Virus telah menginfeksi 138 orang di Korea Selatan dan menewaskan 14 dari mereka sejak pertama kali didiagnosis pada 20 Mei di seorang pengusaha yang telah kembali dari perjalanan ke Timur Tengah. 12 kasus baru dilaporkan Sabtu termasuk sopir ambulans yang diangkut orang yang terinfeksi.

Pertemuan Selasa komite darurat MERS, yang terdiri dari para ahli kesehatan internasional dari negara-negara anggota WHO, akan memberikan update teknis epidemiologi dan memberikan saran tentang tindakan masa depan yang akan diambil dalam menanggapi wabah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

virus

Sumber : Reuters

Editor : Setyardi Widodo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top