Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bareskrim Grebek Pabrik Pupuk Oplosan di Jawa Timur

Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim menggerebek pabrik pembuat pupuk oplosan di Jawa Timur.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 05 Juni 2015  |  23:26 WIB
Petugas kepolisian memeriksa tumpukan karung pupuk NPK Phonska, di Pasar Baru, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (26/3/2015). - Antara/Ekho Ardiyanto
Petugas kepolisian memeriksa tumpukan karung pupuk NPK Phonska, di Pasar Baru, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (26/3/2015). - Antara/Ekho Ardiyanto

Kabar24.com, JAKARTA -- Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim menggerebek pabrik pembuat pupuk oplosan di Jawa Timur.

Kasubdit I Dittipidter AKBP Sandi Nugroho mengatakan pihaknya menggerebek pabrik pupuk oplosan CV Dunia Tani Makmur di Desa Lemujut, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, dengan tersangka berinisial LD, pemilik pabrik.

"Barang bukti yang disita sementara berupa pupuk NPK nonsubsidi sebanyak 23 ton dan 5 ton karung belum dijahit, mesin granuler, molen, open pemanas, dan pendingin," katanya di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (5/6/2015).

Dalam menjalankan aksinya, pelaku membuat dan mengedarkan pupuk organik tanpa Standar Nasional Indonesia (SNI) dan mutu pupuk. Bahan baku yang digunakan meliputi dolomit (pasir putih), pasir pospat, dan limbah vetsin Ajinomoto/Miwon.

"Masih didalami tentang penggunaan urea subsidi untuk pemenuhan unsur dalam pupuk NPK," katanya.

Sementara itu, satu pabrik yang digerebek adalah CV Sumber Rejeki di Desa Sukoanyar, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto dengan tersangka berinisial M. Dari penggerebekan itu kepolisian berhasil menyita 60 ton pupuk TSP 46, TSP 36, dan NPK.

"Modus yang digunakan sama dengan FRI, JUN 5, 2015," katanya.

Pelaku dijerat dengan Undang-undang No.7/2014 tentang Perdagangan, UU No.7/2014 tentang Sistem Budidaya Tanaman dan UU No.8/1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pupuk
Editor : Hendra Wibawa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top