Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ericsson Gugat Apple di Eropa

Ericsson AB mengatakan pihaknya menggugat Apple Inc di tiga negara terkait ersaingan lisensi global antara keduanya.
Wan Ulfa Nur Zuhra
Wan Ulfa Nur Zuhra - Bisnis.com 10 Mei 2015  |  18:26 WIB
Logo Apple Inc. - Reuters
Logo Apple Inc. - Reuters

Bisnis.com, STOCKHOLM—Ericsson AB mengatakan pihaknya menggugat Apple Inc di tiga negara terkait persaingan lisensi global antara keduanya. 

Setelan digugat di Jerman, Inggris dan Belanda, gugatan juga diajukan di Amerika Serikat guna mencari kesepakatan lisensi paten untuk teknologi mendasar hingga cara perangkat mobile berkomunikasi dan kekayaan intelektual yang berkaitan dengan baterai dan sistem operasi. Ericsson mengklaim Apple terus menjual produk secara global tanpa lisensi dari pihaknya.

"Semua orang harus mengambil lisensi untuk teknologi yang kami sediakan bagi mereka," ujar Kasim Alfalahi, kepala kantor kekayaan intelektual Ericsson kepada Bloomberg, Minggu (10/5/2015). "Ini hal yang sangat serius, terlepas dari apapun perusahaannya."

Masalah ini telah membagi industri teknologi antara mereka yang telah menciptakan beberapa sistem operasi dasar dari sebuah ponsel dan orang-orang yang menggunakan teknologi dalam perangkat yang kompleks.

Apple telah membayar royalti kepada Ericsson sebelum izinnya berakhir pada pertengahan Januari. Ketika pembicaraan tentang pembaharuan izin gagal, kedua perusahaan saling menggugat satu sama lain guna mencari keputusan pengadilan tentang apakah tuntutan royalti Ericsson pada teknologi dasar cukup adil dan wajar.

Dalam pengaduannya terhadap Ericsson pada Januari lalu, Apple mengatakan harga elektronik hari ini didorong oleh banyak hal seperti desain, sistem operasi dan sentuhan kemampuan yang unik untuk setiap produk. Apple mengatakan Ericsson berusaha untuk mengeksploitasi paten guna mengambil nilai mutakhir inovasi Apple.

Ericsson menawarkan untuk memilih seorang arbiter agar keduanya dapat menentukan tarif yang tepat, sementara Apple menolak dan berjanji bahwa mereka akan mematuhi keputusan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apple inc
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top