Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

GEMPA NEPAL: Darurat Bantuan, Warga Terdampak Capai 8 Juta

Perserikatan Bangsa-bangsa memproyeksikan warga yang terdampak gempa yang mengguncang Nepal itu mencapai 8 orang. Ada kebutuhan mendesak untuk bantuan, mulai dari lembar terpal, air bersih, sabun, hingga obat-obatan.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 28 April 2015  |  05:00 WIB
Polisi Paramiliter Nepal membantu korban gempa.  - reuters
Polisi Paramiliter Nepal membantu korban gempa. - reuters

Kabar24.com, NEW DELHI – Perserikatan Bangsa-bangsa memproyeksikan warga yang terdampak gempa yang mengguncang Nepal itu mencapai 8 orang. Ada kebutuhan mendesak untuk bantuan, mulai dari lembar terpal, air bersih, sabun, hingga obat-obatan.

"Menurut perkiraan awal dan berdasarkan pemetaan intensitas gempa terbaru, 8 juta orang di 39 kabupaten telah terdampak, lebih dari 2 juta orang tinggal di 11 kabupaten yang parah," kata Koordinator Investigasi dari Kantor PBB Resident.

Gempa berkekuatan 7,9 SR  telah mengguncang Nepal pada Sabtu, yang meruntuhkan bangunan di ibu kota Kathmandu, hingga meratakaan rumah-rumah yang terbuat dari batu bata di desa-desa luar. Lebih dari 3.700 orang tewas dan setidaknya 6.000 terluka.

Lembaga Bantuan untuk Anak-anak dari PBB (UNICEF) mengatakan pasokan makanan dan air minum bersih relatif kurang setelah gempa, yang merupakan terburuk untuk wilayah Himalaya dalam lebih dari 80 tahun terakhir.

Di Lembah Kathmandu, kehidupan publik tetap tenang dalam 2 hari setelah bencana. Toko kelontong kecil dibuka kembali pintu mereka pada hari Senin, tetapi perusahaan besar tetap tertutup.

Mobil dan truk yang berbaris di pompa bensin untuk mendapatkan BBM relatif berkurang. Bank tetap tutup, dan sementara mesin perbankan otomatis berfungsi, tapi pengisian kas tidak terjadi.

Untuk malam ketiga berturut-turut, warga yang selamat berkemah di tempat terbuka, takut bangunan runtuh akibat gempa susulan, trauma masih berlanjut pada orang-orang yang kehilangan sanak saudara serta rumah dan properti.

Ada sekitar 21 kamp bantuan yang sedang didirikan di ruang terbuka di sekitar Kathmandu.

MEMADAI

Program Pangan Dunia menyediakan makanan dan truk untuk distribusi, UNICEF mengirimkan tenda dan perlengkapan kesehatan, dan Organisasi Kesehatan Dunia telah mendistribusikan pasokan medis untuk 40.000 orang.

Banyak badan amal internasional yang sudah bekerja di Nepal, seperti Save the Children and SOS Children's Villages International , mengatakan mereka memiliki stok darurat, seperti makanan bayi, perlengkapan kebersihan dan pakaian.

"Kami telah memulai mencapai situs gempa untuk menilai situasi dan membantu dengan memberikan beberapa makanan dan air dan perawatan kesehatan awal kepada orang-orang yang tidak memiliki rumah setelah gempa," kata Direktur Save the Children and SOS Children's Villages International  di Nepal, Shankar Shree Pradhananga.

Tapi pekerja bantuan mengatakan respons awal lambat dan tidak memadai. Mereka mengatakan bahan bantuan sedang diterbangkan ke Kathmandu tapi ada masalah mendapatkan bantuan dari bandara, karena jumlah pekerja pembongkar kargo yang minim serta transportasi yang terbatas.

Kelompok bantuan lain mengatakan mereka membawa barang-barang bantuan darat dari India. Dengan komunikasi intermittant dan jalan rusak atau terhalang oleh tanah longsor, pengiriman bantuan sulit untuk daerah pedesaan terpencil, di mana kebutuhan sangat diharapkan.

Badan-badan bantuan itu sendiri menghadapi masalah kantor yang rusak dan kekurangan staf dibandingkan dengan pekerja bantuan lokal terkena dampak gempa.
"Hanya sekarang saya berdiri di jalan dengan anggota staf, dan kami melakukan semua pertemuan kami di sini di tempat terbuka, kantor kami telah rusak oleh gempa," kata Dev Tak, Save the Children and SOS Children's Villages International India.[]


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gempa Nepal

Sumber : Reuters

Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top