Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bongkar Pelanggaran HAM Berat, Kejagung Didukung

Sejarawan dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Johan Wahyudhi, mengapresiasi sikap Kejaksaan Agung (Kejagung) yang akan membuka kembali beberapa kasus pelanggaran HAM berat yang pernah terjadi di masa lalu.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 21 April 2015  |  20:14 WIB
/JIBI
/JIBI

Kabar24.com, JAKARTA-- Sejarawan dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Johan Wahyudhi, mengapresiasi sikap Kejaksaan Agung (Kejagung) yang akan membuka kembali beberapa kasus pelanggaran HAM berat yang pernah terjadi di masa lalu.‎

Menurutnya, langkah Kejagung tersebut menunjukkan masih tingginya martabat penegakan hukum di Indonesia.

Seperti diketahui, Kejaksaan Agung akan membuka kembali beberapa kasus pelanggaran HAM berat, yang terjadi di masa lalu dan sempat terlantar cukup lama di Kejaksaan Agung, lantaran masalah teknis dalam menangani kasus pelanggaran HAM berat tersebut.

Beberapa kasus pelanggaran HAM berat yang akan dibuka kembali pihak Kejaksaan Agung diantaranya peristiwa di tahun 1965-1966, kasus penembakan misterius (petrus) di tahun 1982-1985, kasus penghilangan paksa beberapa aktivis pada tahun 1997-1998, tragedi trisaksi di tahun 1998, peristiwa berdarah di Talangsari pada tahun 1989 dan kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Timor Timur.

"Ini langkah yang bagus untuk menjamin masih tingginya martabat penegakan hukum Indonesia, di tengah kasus kasus hukum yang belum selesai dan sengaja dibiarkan," ‎tutur Johan saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (21/4).

Kendati demikian menurut Johan, Kejagung juga harus memberikan target untuk menyelesaikan kasus pelanggaran HAM berat tersebut.

Selain itu Johan juga mengatakan kasus pelanggaran HAM berat lainnya harus diselesaikan dengan cepat, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban dari Pelanggaran HAM berat dan terluka akibat sejarah kelam masa lalu.

"Hanya saja, ini jangan diartikan pembiaran pengusutan kasus lainnya. Harus ada pembagian ruang pembahasan. Jangan sampai satu agenda baik dikedepankan untuk menambal kasus -kasus yang belum selesai," tukas Johan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelanggaran ham kejagung
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top