Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Soal Konflik Ukraina, Rusia Salahkan AS

Konflik antara Rusia dan Ukraina tampaknya belum mencapai titik akhirnya. Sejumlah pejabat negara Rusia justru menyalahkan Amerika Serikat karena tidak menjaga kemanan dunia dengan semestinya.
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 16 April 2015  |  21:14 WIB
Konflik di Ukraina - Reuters
Konflik di Ukraina - Reuters

Bisnis.com, MOSKWA – Konflik antara Rusia dan Ukraina tampaknya belum mencapai titik akhirnya. Sejumlah pejabat Rusia justru menyalahkan Amerika Serikat karena tidak menjaga kemanan dunia dengan semestinya.

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu menyampaikan AS terlalu mendominasi urusan politik dan militer dunia dan ikut campur dalam konflik yang dihadapi Rusia dan Ukraina. Shoigu menuding AS dan sekutu-sekutunya seharusnya tidak perlu terlibat terlalu jauh.

“Pemerintah Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya telah bertindak melampaui batas dan mereka memaksa menarik Kiev ke lingkaran politik mereka,” jelas Shoigu saat menjadi pembicara di konferensi pertahanan nasional di Moskwa Kamis (16/4/2015).

Pada kesempatan yang sama, Kepala Staf Angkatan Darat Rusia, Jenderal Valery Gerasimov menyampaikan Amerika Serikat telah memposisikan diri sebagai pemenang Perang Dingin, sehingga merasa harus terlibat dalam setiap urusan negara lain dan membangun situasi sesuai yang mereka inginkan.

“Washington harus berhenti mencampuri urusan negara lain dan menghormati hukum internasional,” kata Gerasimov.

Seperti diketaui, menyikapi konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina, pemerintah AS dan sekutu-sekutunya memutuskan untuk memberikan sanksi ekonomi pada Rusia. Akibatnya, perekonomian Negeri Beruang Putih sempat terancam tumbuh di kisaran 0% tahun lalu.

Presiden Rusia Vladimir Putin belum lama ini bahkan menyatakan tentara militer Rusia sama sekali tidak menganeksasi Ukraina. Dia juga mengatakan Rusia sama sekali tidak memasok senjata untuk penduduk Ukraina yang pro-Rusia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Krisis Ukraina

Sumber : Reuters

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top