Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perang Yaman, GP ANSOR: Umat Islam dan Ulama Indonesia Jangan Terkecoh

Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) mengimbau umat Islam Indonesia tidak diseret-seret dalam konflik perang Arab Saudi dengan Kelompok Syi'ah Houthi. Hal ini karena Indonesia merupakan negara yang anti-perang dan mencintai perdamaian.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 12 April 2015  |  10:10 WIB
Nusron Wahid, Ketua Umum GP Ansor.  - Ansor
Nusron Wahid, Ketua Umum GP Ansor. - Ansor

Kabar24.com, JAKARTA - Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) mengimbau umat Islam Indonesia tidak diseret-seret dalam konflik perang Arab Saudi dengan Kelompok Syi'ah Houthi. Hal ini karena Indonesia merupakan negara yang anti-perang dan mencintai perdamaian.

"Dalam pembukaan UUD 1945 negara Indonesia harus ikut aktif dan terlibat dalam upaya perdamaian dunia. Karena itu atas nama apapun, dan konflik apapun, kita tidak membenarkan cara-cara perang untuk menyelesaikan masalah. Karena akan memakan korban kemanusiaan," kata Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid, Minggu (12/4/2015).

Di sisi lain, GP Ansor sebagai bagian sayap pemuda NU dan bangsa Indonesia, sangat menghormati prinsip-prinsip demokrasi dan HAM. Apapun, Presiden Yaman Abedrabbuh Mansour Hadi yang digulingkan oleh kelompok Syi'ah  Abdul Malek al Houthi adalah Presiden yang dipilih secara demokratis.

Karena itu, GP Ansor juga tidak membenarkan cara-cara kudeta dalam meraih kekuasaan. "Namun Ansor sangat lebih tidak membenarkan adanya peperangan untuk meraih kekuasaan," tegasnya.

Untuk itu, GP Ansor meminta agar konflik Arab Saudi dan Negara Teluk, kecuali Oman, dengan kelompok Syi'ah Houthi di Yaman tidak dikaitkan dengan sentimen konflik aliran Sunni, dan Syi'ah. Sebab antara Abedrabbuh Mansour al Hadi dan Abdul Malek al Houthi sesungguhnya adalah penganut Syi'ah Zaidiyyah.

Jadi, konflik ini tidak ada kaitannya dengan sunni dan syi'ah. "Melainkan lebih pada ketakutan dan ancaman kepentingan dan politik masing-masing negara, yang kita sebagai bangsa Indonesia tidak boleh ikut terlibat dan intervensi," ujarnya.

Karena itu, GP Ansor mengimbau bangsa Indonesia terutama umat Islam dan ulama Indonesia tidak terkecoh dan jangan mau ditunggangi kepentingan pihak lain.

"Masak tokoh-tokoh Islam Indonesia ditunggangi kedutaan negara lain, untuk mendukung aksi perang yang mereka lakukan. Kita umat Islam Indonesia jangan mau dipakai orang lain," tukasnya.

Sebelumnya, sejumlah ulama menyambangi kediaman Duta Besar Arab Saudi. Kehadiran para ulama ini untuk menyatakan dukungan terhadap pemerintah Arab Saudi yang memimpin operasi Decisive Storm terhadap pemberontak Syiah Houthi di Yaman.

Bagi GP Ansor, perang bukanlah solusi. Apalagi, jika itu dari Arab Saudi maka ada kemungkinan biaya perangnya merupakan uang dari biaya haji. "Jangan-jangan duit yang dibuat biaya perang uangnya jamaah haji. Masak dana hasil umat Islam untuk perang sesama umat Islam," ungkap Nusron. []


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

arab saudi Ibadah Haji syiah sunni Perang Yaman
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top