Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

JOKOWI-MEGA RENGGANG: Disarankan, Jokowi Tambah Kursi Menteri untuk PDIP

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai dapat memperbaiki komunikasinya dengan ketua umum PDIP Megawati Soekarno Putri dengan cara memberi porsi yang sesuai di kabinet untuk PDIP.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 11 April 2015  |  16:54 WIB
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri melihat-lihat stan berisi kiprah fraksi PDIP di MPR di sela-sela Kongres IV PDI Perjuangan di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Bali, Jumat (10/4).  - Antara
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri melihat-lihat stan berisi kiprah fraksi PDIP di MPR di sela-sela Kongres IV PDI Perjuangan di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Bali, Jumat (10/4). - Antara

Kabar24.com, JAKARTA-- Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai dapat memperbaiki komunikasinya dengan ketua umum PDIP Megawati Soekarno Putri dengan cara memberi porsi yang sesuai di kabinet untuk PDIP.

Pengamat politik dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) Phillips Vermonte mengatakan dalam susunan kabinet pemerintahan saat ini tidak terlalu menguntungkan untuk PDIP, karena minimnya posisi yang didapat.

"Karena Presiden mempunyai hak prerogratif. Sebenarnya itu hal yang mudah untuk diselesaikan," katanya saat berdiskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (11/4/2015).

Adapun bagi-bagi kursi, menurut Phillips wajar dalam dunia politik terutama kepada partai pengusung. Menjadi tidak wajar ketika jatah tersebut diberikan kepada semua kelompok.

"Bahkan yang membenci. Mau dukung atau tidak tetap dikasih kursi akibatnya seperti kartel," katanya.

Dia mengatakan yang terpenting saat ini, Joko Widodo harus memperbaiki hubungan dengan Megawati.

Saat menyampaikan pidato politik  di Kongres IV PDIP, Bali, Megawati disebut secara tidak langsung memberikan sindirian kepada petugas partai yaitu Presiden Joko Widodo.

Isi pidatonya, Mega meminta pemimpin negara alias Presiden mengerjakan kewajibannya dan tidak menghitung akibat dari kebijakannya.

"Kerjakanlah kewajibanmu dan tidak hitung akibatnya, kepemimpinan ini hanya akan muncul kalau pahami bangsa dan rakyat serta asal usulnya," katanya Kamis (9/4/2015) lalu.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kongres PDIP
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top