Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ANGGOTA DPR ADU JOTOS: Ini Penyebab Asegaf & Mulyadi Saling Pukul

Adu Jotos antara anggota DPR Mustofa Assegaf dan Mulyadi diduga disebabkan debat yang terjadi dalam rapat kerja Komisi VII dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Fauzul Muna
Fauzul Muna - Bisnis.com 09 April 2015  |  04:14 WIB
Menteri ESDM Sudirman Said (tengah) didampingi Sekjen Mochamad Teguh Pamudji (kiri) dan Irjen Mochtar Husein (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu (8/4).  - Antara
Menteri ESDM Sudirman Said (tengah) didampingi Sekjen Mochamad Teguh Pamudji (kiri) dan Irjen Mochtar Husein (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu (8/4). - Antara


Kabar24.com, JAKARTA-- Adu Jotos antara anggota DPR Mustofa Assegaf dan Mulyadi diduga disebabkan debat yang terjadi dalam rapat kerja Komisi VII dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Rapat kerja Komisi VII dengan Menteri ESDM yang dijadwalkan pada pukul 13.00 WIB, baru dimulai sekitar pukul 14.00. Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat yang juga Wakil Ketua Komisi VII, Mulyadi, menjadi pimpinan rapat. Rapat dimulai dengan pemaparan oleh Menteri ESDM Sudirman Said, kemudian dilanjutkan pertanyaan dari Anggota Komisi VII.

Satu per satu anggota Komisi VII menyampaikan pertanyaan dan pendapat kepada Menteri ESDM. Mustofa Assegaf merupakan salah satu anggota dewan yang mengajukan pertanyaan dan usulan kepada Sudirman Said. Di tengah Mustofa berbicara, Mulyadi mengingatkan bahwa anggota dewan dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan itu telah melanggar tata tertib sidang karena berbicara lebih dari tiga menit.

"Sudah 10 menit," tegasnya di Jakarta, Rabu (8/4/2015).

Mulyadi menjawab pihaknya belum selesai berbicara. Dia juga mengaku mengerti tata tertib durasi menyampaikan pendapat selama tiga menit yang berlaku.

"Sebentar, saya belum selesai, saya tahu," timpal Mustofa.

Mulyadi kembali memotong omongan Mustofa dengan mengatakan sesuai tata tertib, anggota dewan hanya boleh menyampaikan pendapat selama tiga menit. Mulyadi belum selesai berbicara, Mustofa kembali menegaskan pihaknya mengerti peraturan tersebut.

"Saya tahu itu Pak," tegasnya.

Tidak tinggal diam, Mulyadi kembali menimpali bahwa tugasnya sebagai pimpinan rapat untuk mengingatkan durasi yang telah dilanggar Mustofa.

"Iya, saya hampir selesai," tegas Mustofa.

Akhirnya, Mustofa tetap melanjutkan berbicara selama kurang lebih satu menit, lantas menyerahkan dokumen mengenai smelter bauksit kepada Sudirman Said.

Dentuman Keras

Setelah itu, rapat kembali berjalan normal, anggota Dewan lain menyampaikan pendapat dan pertanyaan kepada Menteri ESDM. Tiba-tiba, terdengar suara dentuman keras, sehingga seluruh peserta rapat kerja menengok ke arah suara. Ternyata, terjadi adu jotos antara Mustofa dan Mulyadi di lorong belakang ruang rapat Komisi VII.

Lorong tersebut terletak di antara ruang fotokopi dan kamar mandi perempuan. Lorong ini juga menghubungkan ruang Sekretariat Komisi VII. Ketua Komisi VII Kardaya Warnika menuju lorong untuk melerai keduanya. Pintu yang menghubungkan lorong dan ruang rapat ditutup rapat sehingga peserta di ruang rapat tidak bisa melihat apa yang terjadi.

Setelah pintu ditutup, rapat dilanjutkan dan pimpinan sidang diambil alih oleh Satya W. Yudha, Wakil Ketua Komisi VII yang berasal dari Fraksi Partai Golkar. Beberapa waktu kemudian, Mustofa kembali memasuki ruang rapat, sementara Mulyadi tidak terlihat. Mustofa duduk di kursi yang sebelumnya ditempati.

Setelah rapat dikors untuk menjalankan ibadah, Mustofa terlihat menyalami Sudirman Said.

Seperti diberitakan sebelumnya, perkelahian antara keduanya menyebabkan Mulyadi mengalami luka di pelipis kiri dan pipi kanan. Bahkan, kacamata Mulyadi juga pecah akibat pertengkaran tersebut.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dpr
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top