Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Palestina Tolak Transfer Dana Pajak Dari Israel

Pemimpin Palestina, Mahmoud Abbas menolak menerima transfer dana pajak senilai ratusan juta dollar Amerika Serikat dari pemerintah Israel yang sempat dibekukan.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 06 April 2015  |  10:20 WIB

Kabar24.com, JAKARTA - Pemimpin Palestina Mahmoud Abbas menolak menerima transfer dana pajak senilai ratusan juta dollar Amerika Serikat dari pemerintah Israel yang sempat dibekukan.

Abbas mengatakan alasan dia menolak transfer dana itu adalah karena Israel telah mengurangi sepertiga dari jumlah keseluruhan dana tersebut.

“Kami ingin dana itu dikembalikan. Apakah mereka mengembalikannya secara penuh atau kita ke pengadilan atau ke ICC (Mahkamah Kriminal Internasional). Kami tidak menerima selain dari itu,” kata Abbas di Ramallah sebagaimana dikutip BBC.co.uk, Senin (6/4/2015).

Di sisi lain, Israel mengatakan transfer dana pajak telah dipangkas untuk biaya beragam layanan untuk warga Palestina, termasuk listrik, air, dan rumah sakit.

Israel mengklaim pemangkasan tersebut telah diumumkan dua pekan lalu bersamaan dengan keputusan untuk mengembalikan dana pajak ke Otoritas Palestina.

Pemerintah Israel memutuskan untuk menghentikan aliran transfer dana pajak kepada Otoritas Palestina setelah Mahmoud Abbas menandatangani Statuta Roma guna bergabung dengan Mahkamah Kejahatan Internasional (ICC) pada Januari lalu.

Jumlah transfer dana setiap bulan rata-rata mencapai Rp1,25 triliun yang setara dengan 2/3 anggaran belanja Otorita Palestina.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

palestina israel

Sumber : bbc.co.uk

Editor : Yusran Yunus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top