Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PERANG YAMAN: China Nyatakan Sangat Prihatin

Kementerian Luar Negeri Chian, Kamis (26/3/2015) menyatakan keprihatinan mendalam atau memburuknya situasi di Yaman, setelah Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengumumkan pelaksanaan operasi militer bersama-sama mitra negara-negara Teluknya terhadap Yaman.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 26 Maret 2015  |  15:56 WIB
PERANG YAMAN: China Nyatakan Sangat Prihatin
Masyarakat berkumpul di bekas lokasi serangan udara di wilayah dengan Bandara Sanaa, Yaman (26/3/2015). - Reuters/Khaled Abdullah
Bagikan

Kabar24.com, BEIJING – Respons negatif atas operasi militer Arab Saudi terhadap Yaman dikumandangkan Pemerintah Rakyat China.

Kementerian Luar Negeri Chian, Kamis (26/3/2015) menyatakan keprihatinan mendalam atau memburuknya situasi di Yaman, setelah Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengumumkan pelaksanaan operasi militer bersama-sama mitra negara-negara Teluknya terhadap Yaman.

Juru bicara Kemenlu China Hua Chunying menyatakan pemerintah China mendesak semua pihak untuk bertindak sesuai dengan resolusi PBB atas Yaman, dan mengingatkan untuk menyelesaikan sengketa melalui meja perundingan.

Berbicara dalam konferensi pers, Hua menyebutkan bahwa China berharap semua pihak yang terlibat “secepatnya menyelesaikan sengketa yang ada melalui dialog politik, menyelesaikan krisis yang terjadi saat ini dan mengembalikan stabilitas dan situasi yang normal terhadap Yaman sesegera mungkin.”

Perempuan juru bicara ini menyebutkan bahwa warga dan lembaga-lembaga China yang berada di Yaman dalam kondisi aman. Ia juga mengingatkan bahwa kementerian luar negeri dan kedutaan China di Yaman melarang warganya untuk mengunjungi negara yang sedang berkonflik tersebut.

Yaman selama ini mengekspor sekitar 1,4 hingga 1,5 juta barel minya mentah Masila setiap bulannya, terutama ke China. Namun, sumber perdagangan China menyebutkan bahwa volume pengiriman minyak dari Yaman relatif sedikit dan bisa segera digantikan dengan minyak mentah dari Afrika Barat.

Impor minyak China dari Yaman dalam dua bulan pertama tahun ini berkisar pada angka 4,5 juta barel, naik 315% dari periode yang sama tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

yaman Perang Yaman

Sumber : Reuters

Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top