Februari 2015, Sumut Deflasi 1,38%

Pada Februari 2015, Badan Pusat Statistik SUmatra Utara mencatat terjadi deflasi 1,38%. Seluruh kota survei mengalami deflasi, yakni Medan 1,36%, Pematang Siantar 1,38%, Padang Sidempuan 1,4%, dan Sibolga 2,04%.
Febrany D. A. Putri | 02 Maret 2015 16:37 WIB
Pedagang merapikan buah apel impor - Ilustrasi/JIBI Photo

Kabar24.com, BANDA ACEH - Pada Februari 2015, Badan Pusat Statistik SUmatra Utara mencatat terjadi deflasi 1,38%. Seluruh kota survei mengalami deflasi, yakni Medan 1,36%, Pematang Siantar 1,38%, Padang Sidempuan 1,4%, dan Sibolga 2,04%.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sumut Bismark Pardamean memerinci, akibat deflasi pada bulan lalu, laju inflasi year on year masing-masing kota yakni Sibolga 6,02%, Pematang Siantar 5,43%, Medan 5,98%, dan Padang Sidempuan 5,2%. Laju inflasi YoY Sumut yakni 5,89%.

"Khusus untuk Medan, deflasi terutama dipicu oleh penurunan harga cabai merah 38,57%, diikuti bayam 13,46%, daging ayam ras 10,37%, dan bensin 8,26%," sebut Bismark, dalam keterangan tertulis, Senin (2/3/2015).

Selain beberapa komoditas di atas, juga terjadi penurunan harga ikan kembung 8,03%, tarif angkutan udara 7,18%, dan ikan tongkol turun 5,22%.

"Dari 23 kota di Sumatra semuanya mengalami deflasi. Deflasi tertinggi ada di Bukittinggi 2,35% dan terendah di Bandar Lampung 0,92%," lanjut Bismark.

Sebelumnya, pada Januari 2015, Sumut juga mengalami deflasi 0,34%.

Pengamat ekonomi IAIN Sumut Gunawan Benyamin mengatakan, deflasi pada Februari 2015 di Sumut masih terjadi karena dampak penurunan harga BBM. Selain itu, Sumut bukan merupakan daerah yang mengalami gejolak harga beras.

"Walaupun begitu, ini sudah mendekati waktu libur panjang. Beberapa bulan lagi justru identik dengan gangguan persediaan baha pangan akibat awal musim tanam dan gangguan cuaca. Harus tetap hati-hati," pungkasnya. []

Tag : deflasi, ekonomi sumut
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top