Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jokowi Jangan Tunjuk Kepala BIN yang Cuma Komit dengan Dirinya

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mendesak Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk mencari calon Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) yang kuat, untuk menjaga keamanan bangsa Indonesia atas intervensi negara asing.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 27 Februari 2015  |  17:39 WIB
Sejumlah kepala BIN sebelumnya dinilai hanya membangun kekuatan di dalam negeri, bukan ke luar negeri. Padahal, seorang Kepala BIN seharusnya memperkuat kekuatan untuk mengantisipasi atas ancaman negara asing. - Ilustrasi Rahasia intelijen
Sejumlah kepala BIN sebelumnya dinilai hanya membangun kekuatan di dalam negeri, bukan ke luar negeri. Padahal, seorang Kepala BIN seharusnya memperkuat kekuatan untuk mengantisipasi atas ancaman negara asing. - Ilustrasi Rahasia intelijen

Bisnis.com, JAKARTA - Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI)‎ ‎mendesak Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk mencari calon Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) yang kuat, untuk menjaga keamanan bangsa Indonesia atas intervensi negara asing.

Penegasan tersebut disampaikan Direktur Advokasi YLBHI Bahrain saat dimintai konfirmasi, Jumat (27/2/2015). "Calon Kepala BIN itu haruslah yang bagaimana dia kuat ke luar [negara lain]," tuturnya.

Menurut Bahrain, Presiden Jokowi harus mencari orang-orang yang berkomitmen untuk menjadi Kepala BIN selama masa pemerintahannya. Bahrain berharap Kepala BIN yang akan ditunjuk Presiden Jokowi nanti adalah orang yang berkomitmen untuk menjaga negara dan bukan hanya menjaga kepala negaranya saja.

"Presiden Jokowi harus mencari orang-orang yang komitmen untuk menjaga keamanan negara bukan kepala negara," kata Bahrain.

Bahrain menilai beberapa Kepala BIN pada pemerintah sebelumnya, hanya membangun kekuatan di dalam negeri, bukan ke luar negeri. Padahal menurut Bahrain, seorang Kepala BIN seharusnya memperkuat kekuatan untuk mengantisipasi atas ancaman negara asing.

"Kan faktanya begitu, BIN lebih kuat ke dalam saat ini," tukas Bahrain.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi badan intelijen negara
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top