Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BG BATAL JADI KAPOLRI: Hubungan Presiden Jokowi-Megawati Soekarnoputri Merenggang

Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) membatalkan pelantikan Komisaris Jenderal Budi Gunawan (BG) sebagai Kapolri dan mengusulkan Komjen Badrodin Haiti sebagai calon baru Kapolri, menyebabkan hubungan Presiden Jokowi dengan Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri menjadi renggang.
Editor
Editor - Bisnis.com 23 Februari 2015  |  07:22 WIB
BG BATAL JADI KAPOLRI: Hubungan Presiden Jokowi-Megawati Soekarnoputri Merenggang
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA - Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) membatalkan pelantikan Komisaris Jenderal Budi Gunawan (BG) sebagai Kapolri dan mengusulkan Komjen Badrodin Haiti sebagai calon baru Kapolri, menyebabkan hubungan Presiden Jokowi dengan Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri menjadi renggang.

Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal PDI-P, Hasto Kristiyanto mengatakan hubungan antara Presiden Jokowi dan Megawati Soekarnoputri belum seperti sedia kala.

"Masih ada hal-hal psikologis setelah kejadian itu," katanya Ahad (22/2/2015).

Tapi, Hasto menegaskan bahwa ke depan pasti hubungan di antara keduanya akan kembali normal. "Keduanya adalah pemimpin, tidak mungkin mengutamakan kepentingan sendiri. Yang penting jangan sampai ada krisis kepemimpinan".

Hasto mengatakan, sejauh ini partainya belum akan mengajukan hak interpelasi. "Tapi sudah selayaknya pemerintah menjelaskan aspek legal konstitusional mengapa Presiden mengajukan calon kapolri baru. Sarananya belum tentu interpelasi. Bisa saja penjelasan langsung," ujarnya.

Relasi Megawati-Jokowi sempat sedikit cair ketika keduanya bertemu di di Loji Gandrung, Solo pada pertengahan Februari lalu.

Saat itu, menurut Sekretaris Jenderal Partai NasDem Patrice Rio Capella, Megawati tetap meminta agar keputusan soal BG sesuai konsituasi. "Kami sepakat untuk menunggu putusan praperadilan," katanya.

Megawati, kata Rio ketika itu, menegaskan kepada Jokowi agar konsisten dan tunduk kepada konstitusi yang berlaku. Dalam konteks kasus BG, ujarnya, Jokowi harus melantik BG terlebih dulu. Bila batal melantik, Jokowi harus mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perpu).

Sebelumnya, juga pernah diungkap oleh Ketua Tim 9, Buya Syafii Maarif pada awal Februari lalu. Syafii yang pernah ditelepon Jokowi mengira telah ada komunikasi yang membaik antara Jokowi dan Megawati. "Saya kira cair setelah adik dan kakak itu ketemu, Mega kalau panggil Presiden kan adik Jokowi," katanya.

Makanya, saat itu Syafii mengaku sempat bertanya ke Jokowi, "Pak Presiden, gimana sudah mencair?" Syafii melanjutkan, ternyata Jokowi menjawab, "Cair apanya, ini malah kacau. Tapi saya tidak akan melantik.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi megawati soekarnoputri

Sumber : Tempo.co

Editor : Yusran Yunus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

back to top To top