Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

RI Tak Ikut-ikutan AS Tutup Kedubesnya di Yaman

Pemerintah Indonesia belum merasa perlu untuk menutup atau pun memindahkan kedutaan besar di Ibukota Yaman, Sanaa, meskipun beberapa negara sudah menarik semua diplomatnya.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 11 Februari 2015  |  22:03 WIB
RI Tak Ikut-ikutan AS Tutup Kedubesnya di Yaman
Demonstran Anti-Houthi berunjuk rasa memperingati empat tahun kekejaman gerakan itu yang menggulingkan Presiden Ali Abdullah Saleh, di Kota Taiz, Yaman, Rabu (11/2/2015) - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Indonesia belum merasa perlu untuk menutup atau pun memindahkan kedutaan besar di Ibukota Yaman, Sanaa, meskipun beberapa negara sudah menarik semua diplomatnya. Sikap Indonesia terutama karena dari sekitar 2.600 WNI di Yaman sebagian besar adalah pelajar dan mahasiswa.

“Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia terus memantau situasi di Yaman dengan seksama. Sampai saat ini belum ada rencana penutupan kedubes mengingat banyak WNI yang sekolah di situ,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir kepada Tempo, Rabu, (11/2/2015).

Dia menambahkan saat ini jumlah diplomat beserta staf Indonesia dan keluarganya di KBRI Sanaa mencapai 38 orang. Adapun, jumlah WNI sekitar 2.600 orang.

Pihak KBRI Sanaa telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan sejak Januari lalu terutama bagi WNI yang tinggal di Sanaa, Maa’rib dan beberapa wilayah lain di Yaman.

Selain meminta WNI untuk selalu membawa identitas diri, tidak terprovokasi aktivitas politik, menghindari lokasi rawan bentrokan bersenjata, KBRI juga mengimbau WNI untuk mewaspadai pemerasan yang dilakukan oknum dengan mengatasnamakan pemerintah Yaman.

Meski tidak ada perintah evakuasi resmi, tahun lalu KBRI Yaman telah mengevakuasi 332 WNI yang merasa terancam keamanannya. Menurut situs KBRI Yaman, hingga 19 November tahun lalu evakuasi dilakukan dalam lima gelombang.

Amerika Serikat, Inggris dan Prancis telah menyatakan menutup kedutaan besar dan menarik seluruh diplomatnya dari Sanaa, terkait situasi keamanan dan politik yang terus menurun di negara itu. Mereka juga mengimbau warganya untuk segera meninggalkan negara tersebut.

Yaman telah berada dalam krisis selama berbulan-bulan akibat pengepungan Ibukota oleh pemberontak Houthi yang beraliran Syiah. Kondisi kian memburuk setelah mereka mengkudeta pemerintahan pekan ini.

Perserikatan bangsa-bangsa berusaha menegahi dialog antara Houthi dan pihak lain di Yaman, sejak pemberontak membubarkan parlemen. Sebelumnya Houthi juga menyebabkan Presiden Abdrabuh Mansour Hadi mundur setelah militan mengepung rumahnya.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry mendesak pemberontak untuk membebaskan Presiden Hadi, Perdana Menteri Kaled Bahah dan seluruh anggota kabinet Yaman yang mereka tahan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indonesia yaman kedubes

Sumber : tempo.co

Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top