Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

100 TON IKAN MATI: Petani Ikan Maninjau Rugi Hingga Rp2,9 Miliar

Petani ikan keramba di kawasan Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatra Barat kembali menerima pil pahit di penghujung tahun ini. Akibat cuaca buruk sekitar 100 ton ikan milik petani mati mendadak.
Heri Faisal
Heri Faisal - Bisnis.com 29 Desember 2014  |  18:16 WIB
Nelayan menjual ikan hasil tangkapannya - Antara
Nelayan menjual ikan hasil tangkapannya - Antara

Kabar24.com, PADANG—Petani ikan keramba di kawasan Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatra Barat kembali menerima pil pahit di penghujung tahun ini. Akibat cuaca buruk sekitar 100 ton ikan milik petani mati mendadak.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Agam Erwanto mengatakan hujan lebat yang disertai angin kencang selama beberapa hari terakhir di daerah tersebut, menyebabkan  terjadinya pembalikan air ke permukaan akibatnya terjadi kekurangan oksigen.

“Itu [pembalikan arus air] yang menyebabkan ikan-ikan mati. Karena kondisi arus air di Maninjau memang sangat rentan terhadap cuaca buruk,” katanya Senin (29/12).

Dia menyebutkan ikan-ikan yang mati tersebut berada di Nagari Bayua dan Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya masing-masing sebanyak 70 ton dan 30 ton.

Kematian ikan tersebut menyebabkan kerugian petani mencapai Rp2,9 miliar, dengan harga di tingkat petani Rp29.000 per kilogram.

Diperkirakan potensi ikan mati akibat cuaca buruk masih akan berlanjut hingga beberapa hari ke depan. Pasalnya curah hujan lebat dan angin kencang masih berpotensi menerpa kawasan Maninjau hingga awal tahun depan.

Erwanto menyebutkan sebelumnya Pemerintah Kabupaten Agam sudah mengeluarkan edaran kepada petani untuk mewaspadai cuaca ekstrem sepanjang Oktober 2014 sampai Januari 2015, dengan tidak melakukan penebaran benih.  

“Kami sudah minta masyarakat untuk tidak menebar benih sepanjang periode itu, karena cuaca kurang bagus yang menyebabkan ikan mati,” ujarnya.

Namun, himbaun itu, kata Erwanto tidak terlalu didengarkan masyarakat yang sebagian besar berprofesi sebagai petani ikan.

Agar tidak terjadi kerugian yang lebih besar, dia meminta petani ikan keramba di Maninjau melakukan pemanenan dini  dan mengurangi tebar benih sampai akhir Januari.

Sampai saat ini jumlah keramba di kawasan Danau Maninjau mencapai 18.000 unit dengan kapasitas produksi ikan secara keseluruhan 18.000 ton atau satu ton per unit keramba dengan ukuran 5 x 5 meter.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ikan
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top