Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tahukah Anda Asal Usul Nama Marunda Jakarta?

Marunda sekarang menjadi kelurahan yaitu Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Kawasan tersebut menyimpan banyak cerita misteri di masa lampau, bahkan keberadaannya konon lebih tua dari kota Jakarta. Kenapa tempat itu diberi nama Marunda?
Nurudin Abdullah
Nurudin Abdullah - Bisnis.com 29 Desember 2014  |  19:37 WIB
 Cover buku 212 Asal/Usul Djakarta Tempo Doeloe.
Cover buku 212 Asal/Usul Djakarta Tempo Doeloe.

Bisnis.com, JAKARTA - Marunda sekarang menjadi kelurahan yaitu Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

Kawasan tersebut menyimpan banyak cerita misteri di masa lampau, bahkan keberadaannya konon lebih tua dari kota Jakarta.

Kenapa tempat itu diberi nama Marunda? Zaenuddin HM, menjelaskan tentang Marunda dalam buku karyanya berjudul “212 Asal-Usul Djakarta Tempo Doeloe,” setebal 377 halaman yang diterbitkan Ufuk Press pada Oktober 2012.

Ternyata ada beberapa versi, yaitu menurut keterangan sesepuh atau tokoh masyarakat setempat, kata Marunda berasal dari kata merendah.

Maksudnya, penduduk atau warga di situ dulu hingga kini punya sifat rendah hati. Mereka menjauhi sikap sombong, apalagi takabur yang dilarang ajaran agama, terutama ajaran Islam yang dipegang teguh dan menjadi way of life.

Karena sifat kerendahatian inilah lama-lama tempat itu mendapat julukan merendah, dan akhirnya menjadi sebutan yang popular hingga kini: Marunda.

Ada juga yang mengatakan, karena secara topografi struktur tanah di daerah itu berundak-undak alias tinggi dan rendah, sehingga oleh warga setempat disebut merundak atau merendah hingga akhirnya terbiasa disebut merunda atau Marunda.

Memang, kawasan tersebut terletak di tepi pantai, dan dalam sejarahnya pernah dipakai sebagai markas balatentara Islam, baik dari Jayakarta, Banten, maupun Mataram (Jawa Tengah).

Versi lain mengatakan bahwa Marunda berasal dari nama pohon yang pada zaman dulu banyak tumbuh di kali tersebut. Sejenis pohon mangga pari (mangifera laurina) atau pelem kecik dalam bahasa Jawa.

Kata mangifera laurina tersebut konon sangat sulit dilafalkan oleh lidah warga pribumi, hingga akhirnya mereka mengucapkannya menjadi Marunda.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jakarta tanjung priok
Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top