Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Peternak Terpuruk Karena Harga Pakan Mahal

Kalangan peternak unggas dalam negeri kian terpuruk akibat mahalnya harga pakan karena bahan baku yang masih diimpor dari luar negeri.
Adi Ginanjar Maulana
Adi Ginanjar Maulana - Bisnis.com 05 Oktober 2014  |  14:38 WIB
Ayam broiler - Bisnis.com
Ayam broiler - Bisnis.com

Bisnis.com, BANDUNG--Kalangan peternak unggas dalam negeri kian terpuruk akibat mahalnya harga pakan karena bahan baku yang masih diimpor dari luar negeri.

Ketua Persatuan Pengusaha Unggas Indonesia Ashwin Pulungan mengatakan sepanjang 2014 harga pakan sudah terkerek naik hingga 15%.  Selain itu, kepemilikan industri pakan ternak penanam modal asing (PMA) ikut menguasai pangsa pasar perunggasan nasional hingga 75%.

“Harga pakan di tingkat peternak rakyat tembus di atas Rp5.000 per kilogram dari sebelumnya Rp4.000 per kilogram, sementara di tingkat PMA hanya Rp3.000 per kilogram,” katanya kepada Bisnis.com, Minggu (5/10/2014).

Dengan perbedaan harga tersebut, lanjutnya, sudah membuktikan jika peternak rakyat sudah tidak bisa mempertahankan usahanya karena harga pakan yang terus merangkak naik.

Apalagi, katanya, adanya wacana penaikkan Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar Rp3.000 per liter pada November mendatang memicu peternak rakyat kian tertekan.

“Kami tidak tahu kemungkinan lonjakan harga pakan terutama setelah kebijakan kenaikkan BBM November nanti," katanya.

Jika hal tersebut terjadi maka bukan harga pakan saja yang mahal, tetapi juga ikut mengerek biaya transportasi.

“Peternak dipastikan kembali merugi karena biaya transportasi pun semakin membengkak,” ujarnya.

Oleh karena itu, pemerintah diharapkan membuat kebijakan strategis dengan penyediaan pakan lebih murah serta tidak menaikkan BBM khusus untuk kalangan peternak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peternak ayam
Editor : Rachmad Subiyanto
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top