Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

TERORIS ASING MASUK INDONESIA: Ini Rincian Perjalanan 4 WNA ke Poso

Penyidik Densus 88 menilai perjalanan empat WNA terduga teroris ke Indonesia sangat terencana.
Dimas Novita Sari
Dimas Novita Sari - Bisnis.com 18 September 2014  |  15:03 WIB
TERORIS ASING MASUK INDONESIA: Ini Rincian Perjalanan 4 WNA ke Poso
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Penyidik Densus 88 menilai perjalanan empat WNA terduga teroris ke Indonesia sangat terencana.

Karopenmas Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar mengatakan hingga kini, keempatnya mengaku hanya melewati Indonesia untuk menuju Turki.

"Mereka bilangnya mau ke Turki dengan paspor itu, tapi kok nyasarnya terlalu jauh ke sini. Perencanaan ini yang mau kami ungkap," kata Boy, Kamis (18/9/2014).

Apalagi, sambungnya, perjalanan ke Indonesia terlihat sangat terorganisir, terlebih mereka mengarah ke Poso, daerah terorisme pimpinan Santoso.

Keempat WNA itu menyampaikan mereka berangkat dari Turkistan menuju Kamboja lewat jalur laut.

Kemudian dari Kamboja ke Thailand melalui darat tanpa paspor.

Setelah sampai di Thailand, mereka membuat paspor melalui perantara dengan biaya pembuatan US$1.000 per paspor.

Kemudian mereka melanjutkan perjalanan ke Kuala Lumpur, Malaysia, dan masuk ke Indonesia melalui Bandung, Makassar, Palu, dan Parigi untuk pergi ke Poso.

Lebih lanjut Boy menyampaikan visa yang digunakan oleh keempat WNA tersebut palsu karena menggunakan paspor Turki padahal mereka merupakan warga negara Turkistan.

"Secara prosedural pembuatan visa, milik mereka sudah palsu," jelasnya.

Seperti yang diketahui, pada Sabtu (13/9) dini hari, Tim Densus 88 melakukan pembuntutan terhadap sebuah mobil yang berisi 7 orang, yakni 3 WNI dan 4 WNA, terduga teroris menuju Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Sejak Sabtu lalu, keempatnya dibawa ke Jakarta untuk mendalami motif kedatangannya di Indonesia.

Dalam pengumpulan keterangan tersebut, Polri terkendala bahasa karena warga asing tersebut menggunakan Bahasa Suku Uighur.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

teroris
Editor : Saeno

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top