Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

GIANT EKSTRA DITUTUP PAKSA: Inspektorat Bogor Investigasi Keterlibatan Oknum Aparat

Inspektorat Kota Bogor Jawa Barat turun tangan menginvestigasi terkait dugaan keterlibatan aparat dalam meloloskan izin pendirian Giant Ekstra di Jalan Raya Dramaga yang ditutup paksa pekan lalu.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 04 September 2014  |  11:30 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, BOGOR - Inspektorat Kota Bogor Jawa Barat turun tangan menginvestigasi terkait dugaan keterlibatan aparat dalam meloloskan izin pendirian Giant Ekstra di Jalan Raya Dramaga yang ditutup paksa pekan lalu.

"Saat ini investigasi sedang berjalan, kami menelusuri keterlibatan pejabat dan instansi terkait apakah ada pelanggaran kewenangan dengan keluarnya izin pendirian Giant Ekstra tanpa pengawasan," kata Kepala Inspektorat Kota Bogor, Eko Prabowo, Kamis (4/9).

Eko mengatakan sejumlah pihak atau instansi terkait yang masuk dalam pengawasannya seperti Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal, Kantor Pengawasan Bangunan dan Pemukiman, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ).

Menurut Eko, apabila ada pelanggaran disiplin yang dilakukan para oknum pejabat di sejumlah instansi terkait tersebut maka pihaknya tidak akan segan-segan menindak serta memberikan sanksi.

"Jika terbukti ada pelanggaran disiplin, sesuai PP No 55 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai pada Pasal 7, sanksi yang dijatuhkan beragam mulai sanksi ringan, sedang hingga sanksi berat".

Dia menyebutkan, kasus Giant Ekstra pasca penutupan paksa yang dilakukan oleh Wali Kota Bogor Bima Arya adalah bentuk pembelajaran, baik bagi pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bogor dan pihak pengusaha.

Langkah yang dilakukan Wali Kota Bogor adalah menciptakan pemerintahan yang bersih serta memberikan kenyamanan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat terutama dalam mengatasi kemacetan. Oleh karena itu aparat harus turut serta dalam mendukung program pemerintah tersebut.

"Giant Ekstra adalah bukti kelalaian pengawasan, pihak terkait keluarnya izin Giant harus bisa bertanggungjawab atas kelalaiannya," ujarnya. (ant/yus)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

giant

Sumber : Newswire

Editor : Yusran Yunus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top