Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KEBIJAKAN JOKOWI SOAL PANGAN: Masih Tetap Sama Pakai Kuota Impor

Wasekjen PDIP dan Deputi Tim Transisi Hasto Kristiyanto menyatakan rezim pemerintahan Jokowi-JK akan tegas dalam meminimalisir kuota impor bahan pangan dan menggenjot produksi dalam negeri.
Arys Aditya
Arys Aditya - Bisnis.com 16 Agustus 2014  |  13:50 WIB
Daging sapi impor asal Australia - Bisnis.com
Daging sapi impor asal Australia - Bisnis.com

 

Bisnis.com, JAKARTA - Wasekjen PDIP dan Deputi Tim Transisi Hasto Kristiyanto menyatakan rezim pemerintahan Jokowi-JK akan tegas dalam meminimalisir kuota impor bahan pangan dan menggenjot produksi dalam negeri.

Hal tersebut akan segera dilakukan setelah dilantik sebagai presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober 2014 atau setelah ditetapkan melalui keputusan MK.

"Politik pangan nantinya bertumpu pada kedaulatan bangsa. Dalam perspektif pelaku, petani kita harus berproduksi, bukan membeli hasil petani negara lain," ujarnya, Sabtu (16/8/2014).

Secara khusus, paparnya, Jokowi-JK akan memperhatikan kuota impor komoditas strategis seperti beras, daging. Serta, tambah Hasto, mengendalikan harga komoditas seperti telur, bawang merah dan cabai.

Dia mengungkapkan, pemerintah baru juga akan menggarap lahan tidur menjadi lahan produktif untuk menambah stok pangan dari dalam negeri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kabinet Jokowi-JK
Editor : Sepudin Zuhri
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top