72 SPBU Di Kalimantan Disiapkan Pertamina Dex

Pertamina Marketing Operation Region VI Kalimantan menyiapkan 72 SPBU yang akan melayani pembelian Pertamina Dex di seluruh Kalimantan seiring dengan adanya pembatasan penyaluran BBM Bersubsidi.
Rachmad Subiyanto | 02 Agustus 2014 16:59 WIB

Bisnis.com, BALIKPAPAN - Pertamina Marketing Operation Region VI Kalimantan menyiapkan 72 SPBU yang akan melayani pembelian Pertamina Dex di seluruh Kalimantan seiring dengan adanya pembatasan penyaluran BBM Bersubsidi.

General Manager Pertamina MOR VI Faris Aziz mengatakan sesuai dengan APBN Perubahan 2014, kuota BBM Bersubsidi ditetapkan sebesar 46 juta kiloliter.Karena itu, Pertamina sebagai salah satu badan usaha yang bertugas menyalurkan BBM Bersubsidi melakukan kebijakan pengendalian konsumsi agar kuota tersebut tidak terlampaui. Rencananya, akan ada pembatasan waktu penjualan solar bersubsidi di seluruh Kalimantan dari pukul 08.00 - 18.00 waktu setempat mulai 4 Agustus 2014.

“Tetapi masyarakat tidak perlu khawatir karena Pertamina telah mengoptimalkan produk BBK [Bahan Bakar Khusus/ Non Subsidi] sebagai prioritas produk substitusi BBM PSO [BBM Subsidi]. Selain menyediakan Pertamina Dex di 72  SPBU, Pertamina juga menyiapkan produk Pertamax di 154 SPBU, dan produk Pertamax Plus di 72 SPBU di seluruh Kalimantan,” ujarnya dalam rilis yang diterima Bisnis, Sabtu (2/8/2014).

Selain itu, secara bertahap Pertamina akan mengganti seluruh produk solar bersubsidi di SPBU menjadi produk Pertamina Dex atau solar non-subsidi di kota besar dan strategis. Adapun, alokasi solar bersubsidi di lembaga penyalur untuk nelayan seperti  SPDN (Solar Packed Dealer Nelayan), SPBN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan), dan APMS air, akan disesuaikan agar kebutuhannya bisa terpenuhi.

Faris mengatakan kebijakan ini telah disosialisasikan kepada seluruh gubernur di Kalimantan, pengusaha SPBU dan lembaga penyalur lainnya. Dia menambahkan dengan menggunakan BBM Non Subsidi maka masyarakat telah turut serta dalam menunjang perekonomian negara.

Tag : pertamina
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top