Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Terdakwa TPPU Saham CNKO Dituntut 7 Tahun Penjara

Terdakwa tindak pidana pencucian uang (TPPU) senilai Rp28 miliar, Diki Arianto dituntut 7 tahun penjara dan denda senilai Rp100 juta.
Annisa Lestari Ciptaningtyas
Annisa Lestari Ciptaningtyas - Bisnis.com 15 Juli 2014  |  16:50 WIB
Terdakwa TPPU Saham CNKO Dituntut 7 Tahun Penjara
Ilustrasi - Luwuraya
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Terdakwa tindak pidana pencucian uang (TPPU) senilai Rp28 miliar, Diki Arianto dituntut 7 tahun penjara dan denda senilai Rp100 juta. Jaksa Penuntut Umum, Indra Gunawan membacakan tuntutannya pada sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (15/7).

Diki dijerat pasal 378 KUHP, Pasal 3 dan Pasal 4 UU No.8 Tahun 2010 mengenai pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang.

Dalam tuntutannya, Jaksa mengatakan bahwa selama pemeriksaan Diki berperilaku baik dan mampu mengingat kejadian di masa lalu sehingga meringankan tuntutannya.

Dalam tuntutan diketahui bahwa Diki telah melakukan penjualan kurang lebih 50 ribu saham milik PT Eksploitasi Energi Indonesia (CNKO) milik Gupta Yamin.

Akibat perbuatan Diki, Gupta selaku pemilik 113.636.500 lembar saham PT. Ekploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO) mengalami kerugian Rp 28.612.478.632 dan PT. Ekploitasi Energi Indonesia selaku emiten mengalami kerugian penurunan nilai dari saham CNKO atas penjualan saham yang dijual terdakwa.

Sidang lanjutan kasus ini akan digelar kembali pada Selasa pekan depan dengan agenda pledoi atau pembelaan dari Diki.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pencucian uang money laundry
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top