Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mayoritas TKI Asal Malang Jadi Pembantu Rumah Tangga

Mayoritas TKI asal Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang bekerja di luar negeri mayoritas menjadi pembantu rumah tangga (PRT) atau di bidang informal.
Mohammad Sofi'i
Mohammad Sofi'i - Bisnis.com 04 Juli 2014  |  21:12 WIB

Bisnis.com, MALANG-Mayoritas Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang bekerja di luar negeri mayoritas menjadi pembantu rumah tangga (PRT) atau di bidang informal.

Sri Ramayawati, pemilik Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) PT Bina Dinamita Rama Kota Malang, mengatakan jumlah TKI yang bekerja di sektor informal lebih banyak dibandingkan dengan formal (tenaga ahli) diantaranya disebabkan tes yang relatif sulit.

“Faktor lainnya adalah menyangkut biaya yang cukup mahal. Sementara untuk non formal bahkan ada yang tanpa biaya,” kata Sri Ramayawati, Jumat (4/7/2014).

Dia mencontohkan untuk sektor formal sebagai tenaga perawat di Taiwan misalnya membutuhkan biaya Rp30 juta, sedangkan ke Korea biayanya  lebih mahal hingga Rp40 juta.

Sementara untuk sektor informal tidak memerlukan keahlian khusus kecuali bahasa. Bberkaca dari situ bekerja di sektor informal menjadi pilihan.

“Sektor informal tidak memerlukan keahlian khusus itulah banyak diminati,” jelas dia.

Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pemkab Malang, Sukardi, mengatakan dalam beberapa waktu terakhir, dari 452 TKI yang berangkat 392 diantaranya bekerja di sektor  informal.

“Sedangkan yang bekerja pada sektor formal dalam catatan Disnakertrans  hanya sebanyak 60 orang,” ujarnya.

Pada sektor formal tersebut para TKI bekerja pada perusahaan elektronik atau otomotif. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

TKI malang
Editor : Taufik Wisastra

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top