Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KORUPSI e-KTP: KPK Kembali Panggil Direktur Keuangan PNRI

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil Direktur Keuangan Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI), Satrijo Sigit Wirjawan.
Lukmanul Hakim Daulay
Lukmanul Hakim Daulay - Bisnis.com 20 Juni 2014  |  16:20 WIB
e-KTP - bisnis.com
e-KTP - bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil Direktur Keuangan Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI), Satrijo Sigit Wirjawan.

Dia diperiksa sebagai saksi terkait dugaan korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) tahun anggaran 2011-2012 atas tersangka Dirjen Pendudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Sugiharto.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi," ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Jumat (20/6/2014).

Selain Satrijo, KPK juga memanggil Marketing Manager PT Excelpoint System Rinaldo Panjaitan dan pegawai HP Indonesia Habib Muhammad. Ketiganya dimintai keterangannya karena diduga mengetahui, pernah mendengar, atau melihat sesuatu yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Pada kasus ini, Sugiharto disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.‎ Ia diduga melakukan penyalahgunaan kewenangan.

Pagu anggaran pengadaan paket e-KTP tahun anggaran 2011-2012 nilainya sebesar Rp6 triliun. Dari hasil penghitungan sementara, negara diduga dirugikan sekitar Rp1,12 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korupsi e-ktp
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top