PHRI Pacu Hotel Bersertifikasi Usaha di Kota Batu

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, Jawa Timur, memacu hotel di wilayahnya untuk memiliki sertifikasi usaha.
M. Sofi’I
M. Sofi’I - Bisnis.com 15 Mei 2014  |  21:02 WIB

Bisnis.com, BATU - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, Jawa Timur, memacu hotel di wilayahnya untuk memiliki sertifikasi usaha.

Ketua PHRI Kota Batu, Uddy Syaifudin, mengatakan untuk merealisasikan sertifikasi tersebut PHRI bakal membentuk lembaga independen yang di dalamnya juga berisi elemen dari kalangan perhotelan sendiri.

“Anggota tim independen nantinya bakal menjadi semacam asesor. Dan yang masuk ke dalam tim adalah mereka yang levelnya manajer ke atas. Saat ini tim sedang ditempa melalui beragam pelatihan dan pembekalan,” kata Uddy di Batu, Kamis (15/5/2014).

Menurutnya dengan didukung anggota dari kalangan manajer perhotelan, tim akan mudah melakukan asesor terhadap   keberadaan hotel utamanya menyangkut fasilitas, sarana, layanan, hingga masuk kategori apa hotel yang bersangkutan.

Dan yang tidak kalah penting menyangkut rate hotel yang bersangkutan. Karena  di Kota Batu saat ini telah berdiri sebanyak 81 hotel baik masuk kategori melati maupun bintang.

“Dan keberadaan hotel bintang tersebut kendati dari prosentasenya relatif kecil dibandingkan dengan kelas melati namun dari sisi jumlah kamar lebih banyak karena satu hotel bahkan memiliki kamar di atas 150 unit,” jelas dia.

Dengan bersertifikasi usaha maka hotel di Batu nantinya secara mudah akan bisa diketahui masuk kategori yang mana. Kalau hotel berbintang, masuk kategori bintang berapa.   Sehingga tamu yang datang dan menginap akan sesuai dengan segmennya.  Dicontohkan Hotel Jambu Luwuk misalnya secara kategori bisa dikatakan masuk kategori bintang empat plus.

“Jadi tamu yang datang akan menyesuaikan dengan rate kamar hotel yang ada. Dengan begitu segmennya akan jelas dan pengelola hotel tidak perlu kuatir dengan persaingan yang ada. Karena sesuai dengan segmennya masing-masing,” ujarnya.

Selain itu pengelola hotel di Batu juga tidak perlu kuatir akan kemungkinan terjadi kelebihan kamar menyusul banyaknya investor yang ingin masuk untuk membangun hotel baru. Karena pemkot sudah menyatakan siap membatasi pendirian hotel baru.

Jumlah kamar yang ada saat ini sudah dinilai lebih dari cukup untuk menjawab kebutuhan kamar pada waktu libur sekolah, long week end, dan tahun baru, menyusul tingginya jumlah wisatawan yang datang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kota batu

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top