Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rusia Yakinkan AS Tidak Akan Serang Ukraina

Rusia meyakinkan Amerika Serikat bahwa pihaknya tidak akan menyerang Ukraina
Rustam Agus
Rustam Agus - Bisnis.com 29 April 2014  |  09:14 WIB

Bisnis.com, WASHINGTON--Rusia meyakinkan Amerika Serikat bahwa pihaknya tidak akan menyerang Ukraina

Juru Bicara Laksamana Departemen Pertahanan AS John Kirby mengatakan bahwa Menteri Pertahanan Chuck Hagel telah berbicara hari ini melalui telepon dengan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu.

"Shoigu menegaskan jaminannya bahwa pasukan Rusia tidak akan menyerang Ukraina," kata Kirby dalam pernyataan, Selasa (9/4/2014).

Kedua menteri pertahanan, lanjutnya, membahas berbagai masalah yang berkaitan dengan situasi di Ukraina. Hagel juga meminta klarifikasi niat Rusia di Ukraina timur.

Hagel mendesak Rusia mengakhiri dampak kekacauan di Ukraina dan memperingatkan kelanjutan agresi akan semakin mengisolasi Rusia dan mengakibatkan semakin banyak tekanan diplomatik dan ekonomi.

Hagel juga menekankan betapa berbahayanya situasi yang masih ada dan menyatakan keinginannya untuk menemukan cara yang bertanggung jawab ke depan.

"Dan bahwa Ukraina harus termasuk dalam pembicaraan diplomatik," kata juru bicara AS itu.

Hagel juga meminta bantuan Moskow dalam mengamankan pembebasan tujuh inspektur dari Organisasi untuk Keamanan dan Kerja sama di Eropa (OSCE) yang saat ini ditahan di Ukraina Timur.

Tujuh pengamat ditahan di Slavyansk Jumat oleh kelompok separatis pro-Rusia, yang telah menyebut mereka  'tawanan perang' dan ingin menukar kebebasan mereka untuk pembebasan orang-orang yang ditahan oleh Otoritas Ukraina.

Sementara itu, Moskow mengatakan, selama pembicaraan telepon dengan Hagel, Shoigu meminta AS untuk mengurangi nada retorikanya pada krisis Ukraina.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Inggris William Hague mengatakan Senin bahwa dia akan mengunjungi Ukraina selain Georgia dan Moldova pekan depan untuk menunjukkan dukungan kepada Kiev dan pemerintah-pemerintah pro-Uni Eropa lainnya.

Pengumuman itu terjadi pada saat AS dan Uni Eropa meningkatkan tekanan pada Moskow dengan Gedung Putih menjatuhkan sanksi-sanksi terhadap tujuh pejabat Rusia dan 17 perusahaan yang dekat dengan Presiden Vladimir Putin.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rusia Invasi Crimea Krisis Ukraina

Sumber : Newswire/antara

Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top