Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Impor Bahan Baku Naik, Produksi Garmen Semarang Meningkat10%

Produksi garmen Semarang diproyeksi meningkat 10% sepanjang kuartal I/2014 seiring peningkatan impor bahan baku.
Ana Noviani
Ana Noviani - Bisnis.com 28 April 2014  |  19:06 WIB
Industri tekstil di Semarang. Produksi tekstil meningkat - Bisnis
Industri tekstil di Semarang. Produksi tekstil meningkat - Bisnis

Bisnis.com, SEMARANG--Produksi garmen Semarang diproyeksi meningkat 10% sepanjang kuartal I/2014 seiring peningkatan impor bahan baku.
 
Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Kota Semarang Agung Wahono mengatakan produksi garmen terkait erat dengan bahan baku impor antara lain  spinning cotton dan polyester.
 
"Produksi garmen naik kira-kira 10%. Memang kita tergantung bahan baku impor, spinnng cotton itu 100% impor, kalau polyester ada yang diproduksi di dalam negeri," ujarnya ketika dihubungi Bisnis, Senin (28/4/2014).
 
Dalam proses produksi garmen, imbuhnya, produsen melakukan pencampuran komponen bahan baku cotton dan polyester. Misalnya, 20% polyester dan 80% spinning cotton.
 
Agung menuturkan produk spinning cotton a.l. diimpor dari Australia, Amerika Serikat, Brasil, Rusia, dan India. Kualitas terbaik dan harga tertinggi diimpor dari Australia dan AS.
 
"Dolar naik harga bahan baku ikut naik, tapi kita kan jualnya dalam dolar juga karena mayoritas berorientasi ekspor," kata Agung.
 
Pada Januari-Februari 2014, ekspor tekstil dan produk tekstil Jateng tercatat mencapai US$366,34 juta dengan negara tujuan terbesar AS, China, dan Jepang. Nilai ekspor tersebut meningkat 16,3% dari periode yang sama tahun lalu, yakni US$315,2 juta.
 
Di sisi lain, impor tekstil dan barang tekstil Jateng juga cukup tinggi. Sepanjang Januari-Februari 2014, nilai impornya tercatat mencapai US$204,48 juta atau meningkat 19,25% year-on-year yang tercatat US$171,46 juta.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

garmen
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top