Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gunung Slamet Lontarkan Lava Pijar, Dapur Magma Diperkirakan Naik

Berdasar laporan akun @infoslamet, Senin (28/4/2014) aktivitas Gunung Slamet sudah terjadi sejak enam hari terakhir, diperkirakan dapur magma sudah mengalami kenaikan ke permukaan kawah.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 28 April 2014  |  17:51 WIB
Gunung Slamet - Antara
Gunung Slamet - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Aktivitas Gunung Slamet terus mendapat perhatian serius terkait aktivitasnya belakangan ini.

Berdasar laporan akun @infoslamet, Senin (28/4/2014) aktivitas Gunung Slamet sudah terjadi sejak enam hari terakhir, diperkirakan dapur magma sudah mengalami kenaikan ke permukaan kawah.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuhan Pulosari Pemalang, Sudrajat, mengatakan lontaran lava pijar dan sinar api sudah mulai terlihat sejak enam hari terakhir.

“Namun, material lava pijar tersebut tidak menyebar dan kembali ke dalam kawah. Kemungkinan dapur magmanya sudah mulai naik ke permukaan kawah," ujar Sudrajat, (28/4) seperti ditulis akun @infoslamet.

Sementara seperti ditulis kantor berita Antara, Minggu (27/4) Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) menyatakan status aktivitas vulkanik Gunung Slamet di Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes, Provinsi Jawa Tengah masih waspada atau berada di Level III.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Minggu, menjelaskan, meski ada erupsi, kondisinya masih tergolong aman karena masyarakat tinggal di luar radius yang membahayakan.

Meski demikian, dia mengimbau masyarakat tetap waspada dan mengikuti perkembangan Gunung Slamet.

BNPB juga mengimbau masyarakat untuk mengikuti petunjuk-petunjuk yang direkomendasikan pihak berwenang, salah satunya mengenai jarak aman.

Beberapa hari lalu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Pos PGA Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, memantau embusan asap putih tebal dengan ketinggian 150-300 meter, dan 30 kali letusan asap warna putih tebal kecokelatan dengan ketinggian 300-1.500 meter condong ke arah barat.

Selain itu, teramati 15 kali muncul sinar api atau material pijar dengan ketinggian sekitar 300 meter serta 19 kali terdengar suara gemuruh sedang hingga kuat.

Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono terus mengikuti perkembangan status Gunung Slamet.

Dia menjelaskan, laporan yang masuk menyebutkan Gunung Slamet masih berstatus waspada (level III).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gunung slamet

Sumber : Twitter/Antara

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top