Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KRISIS UKRAINA: IMF Kucurkan Pinjaman US$17 Miliar

Dana moneter internasional IMF mengucurkan dana US$17 miliar untuk membantu Ukraina membayar utang. Ekonomi Ukraina diprediksi mengalami kontraksi 5% tahun ini.
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 25 April 2014  |  03:30 WIB

Bisnis.com, WASHINGTON – Dana moneter internasional IMF sepakat mengucurkan dana US$17 miliar untuk membantu Pemerintah Ukraina membayar utang. Ekonomi Ukraina diprediksi mengalami kontraksi 5% tahun ini.

Fakta ini diperoleh Bloomberg dari sumber anonim karena menyangkut dokumen internal. Menurut sumber, laporan kucuran dana tersebut dibahas pada pertemuan anggota IMF pada 22 April lalu. IMF akan mengadakan pertemuan lanjutan untuk membahas dan mempertimbangkan paket pinjaman.

Pinjaman IMF akan menambah bantuan kepada Ukraina, setelah sebelumnya Uni Eropa dan Amerika Serikat serta beberapa pihak melakukan hal yang sama.

Setelah beberapa kali melaksanakan pertemuan dengan pemerintah Kiev, IMF menyimpulkan bahwa Ukraina membutuhkan dana senilai lebih dari kisaran US$14 miliar-US$18 miliar.

“Persetujuan cepat dari IMF jelas amat penting untuk membuka uang Eropa dan multilateral,” kata Robert Kahn, ekonom di lembaga internasional Council on Foreign Relations dan bekas staf IMF dan World Bank, di Washington.

Ketika dimintai konfirmasi Bloomberg, juru bicara IMF Conny Lotze menolak untuk memberikan komentar.

Keberlanjutan krisis semakin menekan ekonomi dan pasar kedua negara. Rusia gagal untuk menjual obligasi mata uang lokal yang berakhir 2023 pada pelelangan kemarin. Obligasi Ukraina menurun, dari 0,07% poin, menjadi 10,04%, tertinggi dalam satu bulan.

IMF memprediksi Ukraina mengalami kontraksi 5% tahun ini, lebih pesimis dari perkiraan pemerintah yaitu penurunan PDB sebesar 3%.

Pemanfaatan dana telah direkomendasikan sebelumnya kepada pemerintah Ukraina. Rekomendasi lainnya adalah nilai tukar yang fleksibel, dan pemotongan bertahap subsidi gas. Parlemen Ukraina telah melakukan langkah-langkah demikian untuk melindungi dana mereka.

Pada 10 April lalu, direktur manajer IMF, Christine Lagarde menyampaikan bahwa IMF memang memiliki komitmen untuk membantu Ukraina. “Kita membantu negara tersebut dalam memperbaiki kondisi keuangan, sehingga mereka dapat membiayai diri mereka sendiri kelak tanpa bantuan IMF,” katanya.

Pemilihan umum Ukraina dijadwalkan pada 25 Mei mendatang. Ini artinya, pemerintahan baru akan membawa amanah menangani pinjaman IMF. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Krisis Ukraina
Editor :

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top