Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PEMILU PRESIDEN 2014: Parpol Islam Sepakat Berkoalisi

Partai-partai berbasiskan konstituen Islam akhirnya sepakat memanfaatkan peluang untuk berkoalisi menghadapi Pemilihan Umum Presiden pada Juli mendatang.
Yusran Yunus
Yusran Yunus - Bisnis.com 18 April 2014  |  06:04 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Partai-partai berbasiskan konstituen Islam akhirnya sepakat memanfaatkan peluang untuk berkoalisi menghadapi Pemilihan Umum Presiden pada Juli mendatang.

 

Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan tokoh ormas dan pemimpin partai Islam di Cikini, Kamis malam (17/4/2014).
 

"Teman-teman parpol Islam, ada PKB, PKS, PAN, PBB, PPP, ulama NU, dewan dakwah dan MUI, mau bekerjasama berkoalisi. Namun sebelumnya akan dibicarakan di internal dulu," kata Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, sebagaimana dikutip Antara.

Dia menjelaskan dalam pertemuan tersebut seluruh pimpinan partai Islam bertukar pikiran dan informasi mengenai peluang koalisi.

Meskipun demikian, paparnya, dirinya mengusulkan koalisi itu diistilahkan Koalisi Indonesia Raya, dengan tidak terpaku pada gabungan poros tengah belaka, tetapi juga menarik kekuatan partai nasionalis.

"Seperti yang saya katakan, tidak mungkin tanpa kekuatan lain. Kekuatan lain itu adalah partai nasionalis, dan ini yang masih tanda tanya".Amien menekankan dalam pertemuan tersebut, belum ada kesepakatan atas tokoh yang akan diusung menjadi capres maupun cawapres.

Pertemuan masih akan berlanjut secara bertahap.

Presiden PKS Anis Matta mengatakan pertemuan itu baru sebatas menyamakan persepsi partai-partai dan tokoh Islam. Anis mengatakan akan membawa hasil pertemuan itu kepada Majelis Syuro PKS untuk diambil keputusan."Pemilu kan jadwalnya jelas, santai saja," katanya.

Anis mengungkapkan target yang ingin dicapai dalam pertemuan itu adalah memikirkan kemungkinan partai Islam mempunyai capres sendiri.

Selain itu, pada prinsipnya partai Islam sejak reformasi tidak pernah pisah, dan selalu ada di koalisi pemerintahan. Sehingga pertemuan itu ingin memastikan partai Islam tetap berada di pemerintahan ke depan.

"Partai Islam selalu di koalisi sejak poros tengah dicetuskan sampai sekarang. Jadi yang dicari sekarang ini adalah format koalisi baru yang memungkinkan partai Islam seluruhnya insya Allah tetap akan ada di pemerintahan," tegasnya. (ant/yus)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pilpres 2014

Sumber : Newswire

Editor : Yusran Yunus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top