Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Industri Rokok di Jatim Modernisasi Mesin

Industri rokok di Jawa Timur memodernisasi alat produksi sigaret kretek mesin (SKM) untuk mendongkrak kapasitas meski di sisi lain tekanan terhadap sektor ini utamanya di lini sigaret kretek tangan (SKT) cukup besar.
Miftahul Ulum
Miftahul Ulum - Bisnis.com 10 April 2014  |  20:36 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, SURABAYA - Industri rokok di Jawa Timur memodernisasi alat produksi sigaret kretek mesin (SKM) untuk mendongkrak kapasitas meski di sisi lain tekanan terhadap sektor ini utamanya di lini sigaret kretek tangan (SKT) cukup besar.

Badan Pusat Statistik Jawa Timur mencatat pada Februari 2014 impor mesin pembuat rokok dari China US$430.240, Amerika Serikat US$1,13 juta dan Jerman US$25,98 juta serta beberapa negara lain. Total impor mesin pembuat rokok US$27,87 juta.

Ketua Gabungan Pengusaha Rokok (Gapero) Jawa Timur, Sulami Bahar, menguraikan modernisasi alat produksi SKM dilakukan karena permintaan terus tumbuh.

"Sejumlah perusahaan ekspansi, menambah pabrik, utamanya di lini sigaret kretek mesin yang biasa digunakan untuk lini mild," jelasnya, Kamis (10/4/2014).

Sulami menggambarkan pada 2013 rokok yang dihasilkan di Jawa Timur sekitar 194,4 miliar batang atau 60% dari produksi nasional 324 miliar batang. Bila dibandingkan periode sebelumnya pertumbuhan produksi di kisaran 4%.

Pertumbuhan diprediksi berlanjut pada 2014, terutama bila mendasarkan pada proyeksi penerimaan negara dari cukai rokok. Pada 2013 lalu realisasi pendapatan negara dari cukai rokok Rp108,45 triliun dan ditargetkan Rp116 triliun tahun ini atau tumbuh 7%.

"Kalau berdasar proyeksi pendapatan negara artinya tahun ini proyeksi industri rokok masih tinggi, makanya industri ekspansi dan investasi mesin baru," urainya.

Meski diyakini permintaan rokok bertumbuh, Sulami menuturkan produk sigaret kretek tangan (SKT) terus mengalami penurunan. Sehingga industri pun mengurangi produk ini dan bertumpu pada SKM.

Hanya saja asosiasi belum mendata seberapa besar penurunan permintaan rokok kretek buatan tangan. Termasuk seberapa banyak industri yang menutup lini produk segmen tersebut.

Dalam kesempatan terpisah, Gubernur Jawa Timur Soekarwo menguraikan sejumlah pabrik rokok sudah memberi tahu pemerintah daerah soal penurunan permintaan SKT, termasuk rencana melakukan pensiun dini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri rokok
Editor : Sepudin Zuhri

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top