Tangkapan Ikan Minim, Ekspor Bali Melambat

Menurunnya tangkapan ikan dan udang serta produksi barang dari kayu menyebabkan nilai ekspor barang asal Provinsi Bali merosot 12,24% pada Februari 2014 dari bulan sebelumnya.
Lavinda | 02 April 2014 13:03 WIB

Bisnis.com, DENPASAR - Menurunnya tangkapan ikan dan udang serta produksi barang dari kayu menyebabkan nilai ekspor barang asal Provinsi Bali merosot 12,24% pada Februari 2014 dari bulan sebelumnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, ekspor Bali tercatat US$40,31 juta pada Februari 2014, menyusut dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai US$45,93 juta. Nilai itu juga lebih rendah 6,73% dari ekspor Februari tahun sebelumnya yang tercatat US$43,22 juta.

Kepala BPS Bali Panusunan Siregar memperkirakan tangkapan ikan dan udang Bali yang minim akibat cuaca buruk menjadi salah satu penyebab menyusutnya volume ekspor. Selain itu, budidaya hasil perikanan diperkirakan mengalami pelemahan.

“Kemungkinan karena tangkapan produk perikanan sedang kurang baik di awal tahun,”ujarnya kepada Bisnis, Rabu(2/4/2014).

Sebagian besar ekspor ditujukan ke Amerika Serikat dengan porsi mencapai 21,18% dan Jepang 9,04% yang masing-masing menjadi konsumen utama produk kayu dan produk ikan asal Bali. Selain itu, ekspor utama Bali juga menyasar Singapura 8%, Australia 5,49%, dan Perancis 5,09%.

Jika dibandingkan dengan Januari 2014, ekspor ke Jepang mengalami penyusutan paling signifikan hingga 64%, yakni dari semula US$10,12 juta menjadi US$3,64 juta. Nilai ekspor ke Singapura dan Australia juga menurun masing-masing 32,95% dan 21,17%.

Di sisi lain, ekspor ke Perancis mengalami peningkatan mencapai 72,77%, dari semula US$1,18 juta menjadi US$2,05 juta. Ekspor ke Amerika Serikat hanya tumbuh tipis 4,77% menjadi US$8,53 juta dari sebelumnya US$8,15 juta.

Komoditas utama yang diekspor pada Februari 2014 antara lain, produk pakaian jadi bukan rajutan dengan porsi 15,79%, ikan dan udang 15,44%, perhiasan/permata 12,14%, produk kayu dan barang dari kayu 11,98%, serta perabot dan penerangan rumah 8,68%.

Empat dari lima komoditas utama ekspor mengalami penyusutan nilai yang signifikan. Disebutkan, ekspor kayu dan barang dari kayu menurun paling drastis mencapai 50,75%, dari semula US$9,8 juta pada Januari 2014 menjadi US$4,82 juta Februari tahun ini.

Ekspor ikan dan udang juga melorot hingga 26,6% dari US$8,48 juta menjadi US$6,22 juta. Sama halnya dengan ekspor pakaian jadi dan perhiasan yang masing-masing menurun 4,63% dan 2,92%. Hanya produk perabot dan penerangan rumah yang mengalami pertumbuhan ekspor 21,43%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekspor bali, ekspor ikan

Editor : Nurbaiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top