Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pesawat MH370 Hilang, Warga China 'Boikot' Pariwisata Malaysia, Saatnya Beralih ke Indonesia?

Ancaman boikot warga China terhadap pariwisata Malaysia terkait musibah hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 bisa berdampak serius bagi perkembangan industri jasa yang jadi unggulan Negeri Jiran itu.
Bambang Supriyanto
Bambang Supriyanto - Bisnis.com 26 Maret 2014  |  18:15 WIB
Pesawat MH370 Hilang, Warga China 'Boikot' Pariwisata Malaysia, Saatnya Beralih ke Indonesia?
Pesawat Malaysia Airlines - Jibi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Ancaman boikot warga China terhadap pariwisata Malaysia terkait musibah hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 bisa berdampak serius bagi perkembangan industri jasa yang jadi unggulan Negeri Jiran itu.

Paling tidak, Malaysia terancam tidak bisa memenuhi target kunjungan sebanyak 28 juta pada 2014. 

"Berkurangnya kunjungan warga China akan mengancam target kunjungan wisata Malaysia, kendati tidak akan mempengaruhi dampak ekonomi makro. Turis China memberikan kontribusi sekitar 12% dan menyumbang 0,4% produk domestik bruto," ujar analisa tertulis Bank of America Merril Lynch, seperti dikutip BBC.
 
Pada tahun ini Malaysia menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 28 juta dengan devisa 76 miliar Ringgit (sekitar US$23 miliar).
 
Sejumlah biro perjalanan wisata China membatalkan kunjungan grup ke Malaysia dan menghentikan promosi tiket murah ke Malaysia karena takut dengan amarah dan kekewaan warga China terkait dengan hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370.
 
“Insiden Malaysia Airlines menyangkut sentimen nasional. Jika kita melawan tren, saya khawatir akan bernada provokatif," ujar agen perjalanan bernama belakang Xu.
 
Berdasarkan jajak pendapat online Sina Weibo, Twitter versi China, sebesar 77,5% dari sekitar 21.000 responden menyatakan ketidakjelasan nasib MH370 akan mempengaruhi keputusan untuk berkunjung ke Malaysia.
 
Dalam perkembangan lainb, Menteri Pariwisata Nazri Aziz, Senin (24/3) menegaskan promosi dan road show Visit Malaysia Year di China disetop hingga kasus hilangnya pesawat dan kontroversi pesawat Malaysia Airlines MH370 berakhir.

Paling tidak dari 11 biro perjalanan wisata China yang dimintai keterangan oleh Reuters menjelaskan bahwa booking paket wisata antara China dan Malaysia turun, banyak warga China menunda perjalanan, sebagai buntut kemarahan keluarga korban karena lambannya informasi dari Pemerintah China.  
 
“Kami biasanya mendapatkan 30 hingga 40 pelanggan per bulan untuk tur grup ke Singapura, Malaysia, dan Thailand. Namun, kini tidak satu pun orang yang melakukan pesanan untuk paket wisata itu," ujar seorang pengelola agen perjalanan khusus Asia Tenggara dengan nama belakang Chen kepada Reuters.
 
Chen dari Comfort Travel di bagian selatan Kota Guangzhou menjelaskan turis kini tak lagi mempertimbangkan untuk pergi ke Malaysia.

"Banyak warga China kini punya kesan negatif terhadap Malaysia," tegasnya.

Di Beijing, keluarga korban pesawat melampiaskan amarahnya pada Selasa (25/3) di luar Kedutaan Besar Malaysia atas kelambanan infromasi dari Pemerintah Malaysia.

Pesawat MH370 berpenumpang 239 orang hilang dari pantauan radar pada Sabtu (8/3) sekitar sejam setelah lepas landas. Sebagian besar penumpang adalah warga China.
 
“Pemerintah Malaysia dianggap menunda pemberitaan dan publikasi soal hilangnya pesawat itu. Kami harus menghukum sikap yang tidak bertanggung jawab ini dan memboikot pariwisata Malaysia,'' ujar seorang pengguna Sina Weibo, Twitter versi China.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia airlines
Editor : Bambang Supriyanto
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top