Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Korupsi, Kejakgung Periksa Kepala Bea dan Cukai Tj Priok

Penyidik Kejaksaan Agung memeriksa Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai tipe A Tanjung Priok, Jakarta Utara, B Wijayanta sebagai saksi dugaan korupsi pengadaan link simulator pada Badan Pendidikan dan Pelatihan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI).
News Editor
News Editor - Bisnis.com 21 Februari 2014  |  05:00 WIB
Dalam kasus proyek untuk anggaran 2010-2013 yang nilainya Rp138,8 miliar, kata dia, sudah ditetapkan 3 orang sebagai tersangka.  - bisnis.com
Dalam kasus proyek untuk anggaran 2010-2013 yang nilainya Rp138,8 miliar, kata dia, sudah ditetapkan 3 orang sebagai tersangka. - bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Penyidik Kejaksaan Agung memeriksa Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai tipe A Tanjung Priok, Jakarta Utara, B Wijayanta sebagai saksi dugaan korupsi pengadaan link simulator pada Badan Pendidikan dan Pelatihan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI), serta pengadaan pesawat latih sayap tetap untuk tahun anggaran 2010-2013 dengan kerugian Rp138,8 miliar.

"Saksi memenuhi panggilan penyidik pada Kamis pagi," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Setia Untung Arimuladi di Jakarta, Kamis (20/2/2014). 

Pemeriksaan itu, kata dia, semula diarahkan pada hubungan proses dan mekanisme pengiriman pesawat latih sayap tetap (Fixed Wing) dan Link Simulator dari luar negeri ke Indonesia.

Namun, rencana pemeriksaan batal dilaksanakan karena saksi tidak membawa dokumen-dokumen Pemberitahuan Impor Barang (PIB) atau pemberitahuan pabean (dokumen pabean). "Sehingga pemeriksaan akan dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 21 Februari 2014," katanya.

Dalam kasus proyek untuk anggaran 2010-2013 yang nilainya Rp138,8 miliar, kata dia, sudah ditetapkan 3 orang sebagai tersangka.

Pertama, BW, Direktur Utama PT. Pasific Putra Metropolitan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print-68/F.2/Fd.1/05/2013, tanggal 24 Mei 2013.

Kedua, IGK RD, PNS pada Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print-69/F.2/Fd.1/04/2013, tanggal 24 Mei 2013.

Ketiga, AA, PNS (Kabag Administrasi Umum selaku Pejabat Pembuat Komitmen Tahun 2010 s/d sekarang, berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print-70/F.2/Fd.1/04/2013 , tanggal 31 Mei 2013.

Adanya dugaan korupsi itu karena keberadaan pesawat itu sampai batas yang ditentukan baru tersedia 6 unit sedangkan pembayarannya sudah 100%. "Setelah pembayaran selesai 100% pada tanggal 14 Desember 2012 ternyata pesawat yang ada hanya berjumlah enam unit saja," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korupsi

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul-nonaktif
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top