Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rusia Batalkan Lelang Obligasi

Rusia membatalkan lelang obligasi untuk ketiga kalinya dalam waktu kurang dari 1 bulan karena nilai mata uang terperosok menyentuh rekor terendah dan mendorong naik biaya pinjaman.
Muhammad Abdi Amna
Muhammad Abdi Amna - Bisnis.com 20 Februari 2014  |  17:01 WIB

Bisnis.com, MOSKOW—Rusia membatalkan lelang obligasi untuk ketiga kalinya dalam waktu kurang dari 1 bulan karena nilai mata uang terperosok menyentuh rekor terendah dan mendorong naik biaya pinjaman.

Departemen Keuangan menarik penjualan 10 miliar rubel atau setara dengan US$280 juta untuk surat-surat berharga jatuh tempo Januari 2028 dan jumlah yang sama pada jatuh tempo Mei 2020 karena tawaran tidak cukup mencerminkan kualitas kredit pada obligasi.

Imbal hasil pada obligasi jatuh tempo 2028 naik 18 basis poin menjadi 8,62% pada penutupan di Moskow, hal ini merupakan rekor tertinggi.

Mata uang Rusia telah jatuh sekitar 8% terhadap dolar tahun ini, sehingga menjadikan rubel sebagai pemain terburuk setelah peso Argentina di antara 24 rekan-rekan negara berkembang yang dipantau oleh Bloomberg.

Yield telah meningkat karena depresiasi rubel,” kata Dimitry Khlebnikov, Kepala Perdagangan Pendapatan Tetap Citigroup Inc. di Moskow pada Kamis (20/2/2014). Menurutnya hal ini akan menjadi negatif bagi pasar karena telah menjualnya pada tingkat saat ini.

Departemen Keuangan menjual seluruh surat-surat berharga senilai 20 miliar rubel untuk jatuh tempo 5-tahun dan 9-tahun pekan lalu. Pembatalan ini mengikuti dua pembatalan sebelumnya ketika investor keluar dari aset pasar negara berkembang karena khawatir lambatnya pertumbuhan ekonomi China dan tapering bank sentral AS.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rusia

Sumber : Bloomberg

Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top