Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

JELAJAH PANTURA: Jalan di Tuban Rusak, Macet di Jenu Mengular 5 KM

Kemacetan sepanjang 5 kilometer terjadi di Kecamatan Jenu, Tuban, Jawa Timur. Kondisi ini dipicu dari adanya perbaikan jalan di daerah Kecamatan Tambakboyo, Tuban, Jawa Timur.
Muhamad Hilman
Muhamad Hilman - Bisnis.com 12 Februari 2014  |  23:30 WIB
para sopir truk dan mobil pribadi memilih mematikan mesin kendaraan dan berjalan-jalan di sekitar mobilnya yang terjebak macet.  - Bisnis
para sopir truk dan mobil pribadi memilih mematikan mesin kendaraan dan berjalan-jalan di sekitar mobilnya yang terjebak macet. - Bisnis

Bisnis.com, Tuban - Kemacetan sepanjang 5 kilometer terjadi di Kecamatan Jenu, Tuban, Jawa Timur. Kondisi ini dipicu dari adanya perbaikan jalan di daerah Kecamatan Tambakboyo, Tuban, Jawa Timur.

Dari pantauan Bisnis.com, tiga orang anggota koramil mengatur lalu lintas jalan dengan merekayasa lalu lintas jalan menjadi satu jalur. Mereka menyetop laju kendaraan dari arah timur menuju barat, sedangkan kendaraan dari arah sebaliknya dibiarkan melaju dengan kecepatan rendah.

Sejumlah anggota koramil lain dibantu beberapa orang berpakaian sipil tampak sedang menyiram aspal panas jalan berlobang setelah sebelumnya dipadatkan dengan batu-batu kerikil.

Sementara itu, terlihat para sopir truk dan mobil pribadi memilih mematikan mesin kendaraan dan berjalan-jalan di sekitar mobilnya yang terjebak macet. Tampak pula beberapa sopir truk lebih memilih setia di belakang kemudi sambil merentangkan kaki ke atas dashbord.

"Ya mungkin kemacetan panjang pas ada perbaikan jalan saja," ujar Arifin Yuslim, salah seorang pengguna jalur Pantura, Rabu (12/2/2014).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

macet tuban JELAJAH PANTURA
Editor : Fatkhul-nonaktif
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top