Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kondisi Ekonomi Membaik, Kepercayaan Konsumen di Medan Meningkat

Peningkatan kepercayaan masyarakat di Medan dinilai mampu mendongkrak kepercayaan dan optimisme terhadap kondisi perekonomian mereka pada tahun ini.
Febriany Dian Aritya Putri
Febriany Dian Aritya Putri - Bisnis.com 10 Februari 2014  |  14:38 WIB

Bisnis.com, MEDAN--Peningkatan pendapatan masyarakat di Medan dinilai mampu mendongkrak konsumsi dan optimisme terhadap kondisi perekonomian mereka pada tahun ini.

Berdasarkan survei konsumen Medan oleh Bank Indonesia, pada Januari 2014 tingkat keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi meningkat 2,75% dibandingkan dengan Desember 2013.

Peningkatan optimisme konsumen tersebut terlihat dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang meningkat menjadi 110 dibandingkan dengan 10,7,05 pada Desember 2013. 

Adapun, kenaikan IKK didorong oleh penguatan tingkat keyakinan masyarakat selama 6 bulan ke depan, yakni Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) meningkat 1,28% menjadi 103,67 dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) meningkat 4,09% menjadi 116,33 dibandingkan dengan akhir tahun lalu.

"Peningkatan IKE didorong oleh persepsi positif konsumen terhadap penghasilan mereka. Ini nantinya yang meningkatkan konsumsi," ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah IX Sumut dan Aceh Hari Utomo, Senin (10/2/2014).

Hari memaparkan, peningkatan IEK juga akan didorong oleh keyakinan konsumen terhadap peningkatan kegiatan usaha selama 6 bulan ke depan khususnya di beberapa momentum yakni Pemilu pada April 2014, awal tahun ajaran baru pada Juni 2014, dan puasa serta Lebaran pada Juli 2014.

Kendati demikian, Hari menuturkan, ada satu fator yang harus diwaspadai, yakni kebijakan administered price oleh pemerintah.

"Konsumen umumnya merasa khawatir akan adanya kemungkinan pencabutan subsidi yang pada beberapa periode lalu kerap dilakukan pasca pemilihan presiden," tambah Hari.

Selain itu, Hari menyebutkan pada 3 bulan ke depan, harga hampir seluruh komoditas akan menurun karena momen Natal dan Tahun Baru telah berlalu.

Harga komoditas yang akan menurun, di antaranya berasal dari kelompok kesehatan, sandang, pendidikan, rekreasi dan olahraga, transportasi, komunikasi, jasa keuangan, makanan dan minuman, serta tembakau.

Senada, Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Sumut pada kuartal IV/2013 dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut juga mulai membaik menjadi 109,27 dibandingkan dengan kuartal III/2013 110,62. Adapun, BPS Sumut memproyeksikan pada kuartal I/2014, ITK terus membaik hingga mencapai 104,52.

Kepala BPS Sumut Wien Kusdiatmono menyebutkan membaiknya kondisi ekonomi konsumen ini terutama didorong oleh peningkatan pendapatan rumah tangga dengan nilai indeks mencapai 110,32.

"Pada kuartal I/2014 peningkatan pendapatan rumah tangga masih menjadi penopang utama dengan indeks 107,58. Selain itu, rencana pembelian barang tahan lama yakni peralatan ekektronik, aksesoris, kendaraan bermotor, tanah dan rumah menyumbang nilai indeks 99,06," tutur Wien.

Adapun, jika ITK Sumut dibandingkan dengan provinsi lainnya di Sumatra, pada kuartal IV/2013, Sumut menduduki peringkat kelima. Kepulauan Riau 112,03, dan Riau 105,06 menduduki peringkat tertinggi. Sementara itu, pada kuartal I/2014, proyeksi ITK Sumut merosot ke peringkat kesembilan.

"Jika proyeksi tersebut dibandingkan dengan proyeksi ITK nasional juga akan lebih rendah. Proyeksi ITK nasional pada kuartal I/2014 mencapai 106,84. Tapi tingkat optimisme tetap membaik," pungkas Wien.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kepercayaan konsumen
Editor :
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top