Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasokan BBM di Pati dan Jepara Mulai Normal

Sebanyak enam stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Pati dan Jepara masih belum beroperasi, meskipun pasokan bahan bakar minyak (BBM) ke wilayah banjir itu mulai normal
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 29 Januari 2014  |  16:54 WIB
SPBU - Bisnis.com
SPBU - Bisnis.com

Bisnis.com, SEMARANG—Sebanyak  enam stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Pati dan Jepara masih belum beroperasi, meskipun pasokan bahan bakar minyak (BBM) ke wilayah banjir itu mulai normal. 

Berdasarkan catatan Pertamina Region IV, enam SPBU yang tidak operasional itu yakni dua unit di daerah Pati, dan empat unit di Jepara. Adapun, total SPBU di Pantura timur sebanyak 56 unit. Artinya, 50 SPBU lainnya masih beroperasi secara normal.

General Manager Marketing Operation Pertamina Regional IV Subagjo Hari Moeljanto pasokan BBM di kawasan itu memang sempat terhambat akibat cuaca buruk dan banjir di sejumlah ruas di Pantura wilayah timur. Akibatnya, sejumlah SPBU terpaksa tidak  beroperasi, karena penyaluran bbm yang terganggu.

Saat ini, penyaluran BBM kepada SPBU yang diangkut melalui truk tangki BBM di wilayah Jepara, Pati dan Kudus sudah mulai normal,” ujarnya Rabu (29/1/2014). 

Distribusi premium dan solar bersubsidi di wilayah Pantura timur itu sempat mandeg sehari, sehingga realisasi serapan BBM kepada pelanggan anjlok hingga 90%. 

Untuk memenuhi kebutuhan BBM wilayah darurat di area dekat SPBU yang ditutup itu, Pertamina juga telah menambah pasokan sebesar 3%-5% di SPBU terdekat yang masih melayani. 

External Relation Pertamina Marketing Operation Regional IV Roberth MV Dumatubun mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan kepolisian setempat, untuk memenuhi kebutuhan BBM.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga BBM banjir
Editor : News Editor
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top