Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Investasi Kota Batu Capai Rp9,3 Triliun, Pariwisata Dominan

Kota Batu di Jawa Timur sepanjang 2009-2013 mampu mencatat nilai investasi Rp9,3 triliun, dengan kontribusi terbesar dari sektor pariwisata. Capaian investasi tersebut akan terus meningkat mengingat besarnya potensi pariwisata di Batu.
M. Sofi’I
M. Sofi’I - Bisnis.com 22 Januari 2014  |  19:14 WIB
Terdapat sejumlah pusat oleh-oleh dan restoran yang ada di sepanjang Jalan Diponegoro, Jalan Patimura, Jalan Sultan Agung, serta Jalan Ir Soekarno. - bisnis.com
Terdapat sejumlah pusat oleh-oleh dan restoran yang ada di sepanjang Jalan Diponegoro, Jalan Patimura, Jalan Sultan Agung, serta Jalan Ir Soekarno. - bisnis.com

Bisnis.com, BATU - Kota Batu di Jawa Timur sepanjang 2009-2013 mampu mencatat nilai investasi Rp9,3 triliun, dengan kontribusi terbesar dari sektor pariwisata.

Priyanto, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batu, mengatakan capaian investasi tersebut akan terus meningkat mengingat besarnya potensi pariwisata di Batu.

“Peluang investor untuk masuk di sektor pariwisata masih terbuka lebar. Tidak hanya di bidang wisata buatan, namun juga pengembangan desa wisata,” kata Priyanto di Batu, Rabu (22/1/2014).

Pemkot Batu lanjut dia saat ini tengah menyiapkan sedikitnya 12 desa wisata di wilayahnya. Tentunya keberadaan desa wisata tersebut akan memperkuat destinasi wisata buatan yang cukup mendominasi keberadaannya di Kota Batu.

Kadin mendukung langkah Pemkot Batu melalui dinas pariwisata dan kebudayaan setempat. Pada 2014 sedikitnya tiga desa wisata baru disiapkan, yakni Sumbergondo, Sumber Brantas, dan Junrejo, sehingga peluang Batu meningkatkan investasi cukup besar.

Mohammad Syamsul Bakri, Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Kota Batu, mengatakan sejak  dibentuk pada 2009 dengan nama Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) hingga berganti nama menjadi BPMPT akumulasi nilai investasi di Batu mencapai 9,3 trilliun.

“Investasi terbesar datang dari sektor perdagangan, jasa, perumahan, hotel, rumah tempat usaha, outlet oleh-oleh, souvenir, hingga obyek wisata milik Jawa Timur (Jatim) Park Grup,” tambah Syamsul.

Grup Jatim Park sendiri memiliki deretan obyek wisata mulai Jatim Park 1 dan 2 (Batu Secret Zoo dan Museum Satwa), Eco Green Park (EGP), Batu Night Spectacular (BNS), hingga  Museum Angkut. Nilai investasi mereka merupakan yang tertinggi dan mencapai ratusan miliar.

Nilai investasi lain yang juga tidak kalah besar adalah pembangunan Singhasari Resort yang diperkirakan menelan Rp150 miliar serta investasi pembangunan hotel Horizon Ultima di Kelurahan Ngaglik Kecamatan Batu yang  mencapai Rp100 miliar.

Selain itu juga terdapat sejumlah pusat oleh-oleh dan restoran yang ada di sepanjang Jalan Diponegoro, Jalan Patimura, Jalan Sultan Agung, serta Jalan Ir Soekarno.

“Sementara untuk investasi dalam bentuk perumahan paling banyak berada di Kecamatan Batu dan Junrejo,” sambungnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi kota batu
Editor : Fatkhul-nonaktif
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top