Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Semen Langka di Kota Samarinda

Memasuki akhir 2013 ini, kelangkaan semen kembali terjadi di Kota Samarinda.
Muhamad Yamin
Muhamad Yamin - Bisnis.com 23 November 2013  |  00:38 WIB

Bisnis.com, SAMARINDA -  Memasuki akhir 2013 ini, kelangkaan semen kembali terjadi di Kota Samarinda.

Salah satu kontraktor pembangunan gedung pemerintahan kelurahan, Fara mengaku kesulitan membeli semen kualitas tinggi yang diinginkan.

"Semen paling kuat untuk kualitas bangunan seperti Tonasa dan Bosowa semakin sulit dicari ketika akhir tahun ini. Kejadian ini terus berulang-ulang setiap tahun," ujar Fara selaku kontraktor CV Akila Cipta membangun salah satu kantor Lurah di Samarinda Jumat (22/11/2013).

Menurut Fara, kelangkaan semen  karena banyaknya pekerjaan proyek yang harus diselesaikan kontraktor secara serentak, membuat kebutuhan semen melonjak.

Alhasil, kontraktor harus berebut mencari dan membeli semen di Samarinda.

"Semen dengan kualitas yang rendah masih ada saja dijual. Namun, kontraktor tidak ingin membeli semen merek lain yang kualitasnya tidak diketahui.

Karena berisiko menimbulkan masalah saat pemeriksaan bangunan," jelas Fara.

Dijelaskan Fara, harga semen merek Tonansa dijual Rp 62.000 per sak di tingkat distributor besar. Sedangkan, di tingkat pengecer bisa Rp 67.000.

Bila langka semen, harga bisa naik. Adapun, semen merek lain dijual sekitar Rp 65.000.

Sekedar gambaran, saat ini ada tiga pabrik yang memberi suplai pasokan semen di Kaltim yaitu Semen Indonesia, Semen Bosowa dan Tonasa. Tingginya permintaan semen di Kaltim khususnya Balikpapan dan Samarinda, sering kali terjadi dan memicu kelangkaan semen. Pasokan semen tidak seimbang dengan kebutuhan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) Provinsi Kaltim Mohammad Djailani menjelaskan distribusi semen di Kaltim terus berjalan lancar. Adapun, kelangkaan semen disebabkan pasokan bahan bangunan ini terus kurang.

"Kami selalu meminta pasokan semen ditambah dari pabrik produksinya. Dan, langkah ke depannya memenuhi kebutuhan semen, di Kaltim akan ada dibangun pabrik semen di Kabupaten Paser dan Berau," ujar Djailani.

Dikatakan Djailani, kebutuhan semen di Kaltim mencapai 1.068.000 ton per tahun atau sekitar 90.000 ton per bulan. Disperindagkop Kaltim terus memantau kelancaran distribusi semen dengan koordinasi pihak terkait.

Seperti menyediakan sarana pelabuhan dan jalan untuk pendistribusian semen.            

"Wilayah Provinsi Kaltim yang luas membuat sejumlah daerah masih ada yang terisolir. Sehingga harga semen memang menjadi naik di daerah pelosok, karena ongkos transportasinya. Dengan akan dibangun pabrik semen di Kaltim ini, mudahan bisa mengatasi distribusi semen yang masih tergantung pasokan daerah luar," ujar Djailaini.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

semen
Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top