Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Soal Shutdown dan Debt Ceiling, Obama akan Bicara dengan Republikan

Bisnis.com, JAKARTA— Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan bisa menerima pencabutan sementara atas penghentian belanja pemerintah (shutdown) yang berpotensi menimbulkan gagal bayar utang, dan siap bernegosiasi dengan pimpinan Partai
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 09 Oktober 2013  |  08:35 WIB

Bisnis.com, JAKARTA— Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan bisa menerima pencabutan sementara atas penghentian belanja pemerintah (shutdown) yang berpotensi menimbulkan gagal bayar utang, dan siap bernegosiasi dengan pimpinan Partai Republik terkait kebijakan fiskal dan program kesehatan.

Berbicara pada satu konferensi pers di Gedung Putih, Obama mengatakan akan berbicara dengan politisi Partai Republik untuk membahas banyak hal, termasuk perubahan atas Undang-undang Perawatan Kesehatan yang diajukannya.

Namun hal itu bisa dilakukan setelah para anggota legislatif menghentikan shutdown dan meningkatkan batas pinjmanan. Dia mengatakan akan menerima berbagai agenda pembicaraan dengan Kongres.

“Apa yang akan terjadi adalah, kami tidak akan setuju dengan apapun yang diusulkan. Kedua partai mulai terpecah atas sejumlah isu besar saat ini,” ujar Obama sebagaimana dikutip Bloomberg, Rabu (9/10/12013).

Para anggota legislatif di Kongres mulai mengambil langkah sementara untuk menyelesaikan kebuntuan tersebut. Kedua pihak mengkaji berbagai tindakan yang diperlukan mengakhiri shutdown yang sudah berjalan selama sepekan, dan tindakan untuk menaikkan batas utang sebelum batas waktu otoritas pinjaman AS berakhir pada 17 Oktober.  (ltc)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

barack obama default shutdwon as

Sumber : Bloomberg

Editor : Linda Teti Silitonga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top